Selasa, 29 November 2016

NHW#7 Tahapan Menjadi Bunda Produktif

_Nice Homework #7_

*TAHAPAN MENUJU BUNDA PRODUKTIF*

Bunda dan calon bunda yang masih semangat belajar sampai NHW #7.  Selamat, anda sudah melampaui tahap demi tahap belajar kita dengan sabar.

Setelah kita berusaha mengetahui diri kita lewat NHW -NHW sebelumnya, kali ini kita akan mengkonfirmasi apa yang sudah kita temukan selama ini dengan tools yang sudah dibuat oleh Abah Rama di Talents Mapping.

Segera cocokkan hasil temu bakat tersebut dengan pengalaman yang sudah pernah teman-teman  tulis di NHW#1 – NHW #6
Semua ini ditujukan  agar kita bisa masuk di ranah produktif dengan BAHAGIA.

🍀 Ketahuilah tipe kekuatan diri (strenght typology) teman-teman, dengan cara sbb :

1⃣masuk ke www.temubakat.com

2⃣isi nama lengkap anda, dan isi nama organisasi : Ibu Profesional
jawab Questioner yang ada disana, setelah itu download hasilnya

3⃣Amati hasil dan konfirmasi ulang dengan apa yg anda rasakan selama ini.

4⃣ Lampirkan hasil ST30 (Strenght Typology) di Nice Homework #7

🍀 Buatlah kuadran aktivitas anda, boleh lebih dari 1 aktivitas di setiap kuadran

Kuadran  1 : Aktivitas yang anda SUKA dan anda BISA

Kuadran 2  : Aktivitas yang anda SUKA tetapi  andaTIDAK BISA

Kuadran 3 : Aktivitas yang anda TIDAK SUKA tetapi anda  BISA

Kuadran 4: Aktivitas yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA

Jawaban :
Setelah saya amati,memang hasil test itu sesuai dengan yg saya rasakan. 

Kamis, 24 November 2016

NHW#6 Belajar Menjadi Manajer Keluarga Handal

_NICE HOMEWORK #6_

*BELAJAR MENJADI  MANAJER KELUARGA HANDAL*

Bunda, sekarang saatnya kita masuk dalam tahap “belajar menjadi manajer keluarga yang handal.

Mengapa? karena hal ini akan mempermudah bunda untuk menemukan peran hidup kita dan semoga mempermudah bunda mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya.

Ada hal-hal yang kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup yaitu

*_RUTINITAS_*

Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita _Merasa Sibuk_sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri.

Maka ikutilah tahapan-tahapan sbb :

1⃣ Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting

2⃣Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?

3⃣Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras.

4⃣Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time ( misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut)

5⃣Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.

6⃣Setelah tahap di atas selesai anda tentukan. Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan. (Contoh kalau saya membuat jadwal rutin saya masukkan di subuh-jam 07.00 – jadwal dinamis ( memperbanyak jam terbang dari jam 7 pagi- 7 malam, setelah jam 7 malam kembali ke aktivitas rutin yang belum selesai, sehingga muncul program 7 to 7)

7⃣Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik?
kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.

_SELAMAT MENGERJAKAN_

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/

Jawaban :

1. A. Tiga aktifitas paling penting
          * mendidik anak
          * melayani dan menyenangkan suami
          * meningkatkan kualitas diri
     B. Tiga aktivitas paling tidak penting
          * membaca banyak resep tapi tidak dicoba
          * kadang mengobrol dengan tetangga
          * membalas chat teman
2. Waktu saya lebih banyak untuk aktivitas yang penting
3. Siiaap. Jadi saya susun jadwal dinamis saya untuk meningkatkan ilmu saya dalam :
         * pendidikan Anak
         * management Rumah Tangga
         * kepenulisan
4. Aktivitas rutin saya : membersihkan rumah, memasak, mencuci baju, menyetrika akan saya lakukan pada pukul 05.00 - 07.00 dan 17.00 - 18.00
5. In sya Allah saya akan lebih tegas dengan "tamu" tak terduga ini
6. Jadwal harian
    A. Jadwal rutin : 05.00 - 07.00
    B. Jadwal dinamis : 07.00 - 17.00
    C. Jadwal rutin : 17.00 - 18.00
    D. Jadwal dinamis : 18.00 - 21.00
    E. Jadwal rutin : 21.00 - 22.00

Kamis, 17 November 2016

NHW#5 Belajar Bagaimana Caranya Belajar

_NICE HOMEWORK #5_

📝 *BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR*📝 (Learning  How to Learn)

Setelah malam ini kita mempelajari  tentang “Learning How to Learn”  maka kali ini kita akan praktek membuat *Design Pembelajaran* ala kita.

Kami tidak akan memandu banyak, mulailah mempraktekkan "learning how to learn" dalam membuat NHW #5.

Munculkan rasa ingin tahu bunda semua tentang apa itu design pembelajaran.

Bukan hasil  sempurna yg kami harapkan, melainkan "proses" anda dalam mengerjakan NHW #5 ini yg perlu anda share kan ke teman-teman yg lain.

Selamat Berpikir, dan selamat menemukan hal baru dari proses belajar anda di NHW #5 ini.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/

Jawaban

Setiap mempelajari ilmu dalam program matrikulasi ini saya berusaha mempratikkannya untuk diri saya sendiri dulu. Ketika saya bersemangat menjadi lebih baik, in sya Allah semangat perubahan itu menular pada keluarga. Suami dan anak-anak melihat dan merasakan bahwa saya sedang berproses.

Pada NHW#5 saya membuat design pembelajaran untuk saya dan kedua anak saya.

1. Diri sendiri.
Sesuai jurusan ilmu yg saya pilih (ilmu kepenulisan), saya menentukan :
a. Tujuan : menjadi Ibu shaleha yang bermanfaat lewat tulisan yang menginspirasi tentang pendidikan keluarga
b. Belajar yg berbeda : ilmu yg saya pelajari adalah ilmu yang meningkatkan iman dan akhlak yg baik
c. Cara yg berbeda : saya tidak mudah percaya dg informasi yg saya peroleh. Saya harus mengecek kebenarannya dulu sebelum saya sampaikan pd orang lain.
d. Semangat yg berbeda : meluruskan niat bhwa saya belajar karena Allah, bhwa menuntut ilmu itu sepanjang masa dan menuntut ilmu itu wajib bg muslimin dan muslimah
e. Strategi meninggikan gunung,bukan meratakan lembah : bahwa saya akan lebih mendalami ilmu kepenulisan yg saya sukai, agar bisa menjadi Penulis. Saya awalnya berusaha keras belajar membuat kue,karena selalu gagal, namun akhirnya saya sadari passion saya menulis

2. Anak pertama (Arfa,7,5th)
a. Tujuan(cita-citanya) : menjadi pedagang sholeh yg hafidz Quran
b. Belajar yg berbeda : menguatkan iman dan akhlaknya dg cara
    * shalat tepat waktu
    * rajin murojaah hafalan
    * belajar ilmu jual beli dlm Islam (dasar dan
sederhana)
    * tidak memaksakan kehendak
    * bermain roleplay menjadi pedagang-pembeli
c. Cara yg berbeda : mengajaknya untuk terus aktif bertanya dan menemaninya utk mencari ilmu yg benar sesuai sumbernya.
d. Semangat yg berbeda : memberinya semangat bhwa hafalan Quran nya bukan untuk kebanggaan di dunia, namun utk manfaat akhiratnya
e. Strategi meninggikan gunung :
    1. Arfa punya percaya diri yg cukup utk berbicara di dpn org -->melatihnya public speaking professional
    2. Arfa suka menggambar --> mengembangkannya membuat suatu design
    3. Cepatnya Arfa menghafal Quran --> memperdengarkan DVD Quran sambil ia menggambar
    4. Arfa rajin berinfaq-->memupuk sifat dermawan dan empati nya

3. Anak kedua (Yumna,4,5th)
a. Tujuan(cita-citanya) : menjadi Ibu shaleha yg pandai memasak
b.  Belajar yg berbeda : menguatkan iman dan akhlak baiknya dg cara
     * memberinya teladan
     * mengenalkan keagungan Allah
     * membiasakan doa-doa sederhana dlm kegiatan sehari-hari
     * membiasakan sikap sopan santun
c. Cara yg berbeda : mengajaknya utk terbiasa bertanya dan mendampinginya mencari jawaban dari sumber terpercaya
d. Semangat yg berbeda: terus menguatkan semangat ingin tahu nya pada kegiatan orang dewasa dan mendampinginya agar tetap sesuai fitrahnya
e. Strategi meninggikan gunung:
    1. Yumna suka bermain masak-masakan-> mengenalkan makanan halal/haram
    2. Yumna suka dibacakan cerita-->menanamkan iman,akhlak,dan karakter yg baik
    3. Yumna suka membuat cerita sendiri-> mendukung kreatifitasnya dan memupuk rasa percaya dirinya

Kamis, 10 November 2016

NHW#4 Mendidik dengan Kekuatan Fitrah

O📚NICE HOME WORK #4

🍀MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FIITRAH 🍀

Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP, masih semangat belajar?

Kali ini kita akan masuk tahap #4 dari proses belajar kita. Setelah bunda berdiskusi seru seputar mendidik anak dengan kekuatan fitrah , maka sekarang kita akan mulai mempraktekkan ilmu tersebut satu persatu.

a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?

b.  Mari kita lihat Nice Homework #2,  sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.

b.Baca dan renungkan kembali  Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang  akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.
Contoh :
Seorang Ibu setiap kali beraktivitas selalu memberikan inspirasi banyak ibu-ibu yang lain. Bidang pelajaran yang paling membuatnya berbinar-binar adalah “Pendidikan Ibu dan Anak”. Lama kelamaan sang ibu ini memahami peran hidupnya di muka bumi ini adalah sebagai inspirator.
Misi Hidup : memberikan inspirasi ke orang lain
Bidang : Pendidikan Ibu dan Anak
Peran : Inspirator

c. Setelah menemukan 3 hal tersebut,  susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.

Contoh :  Untuk bisa menjadi ahli di bidang Pendidikan Ibu dan Anak maka Ibu tersebut menetapkan  tahapan ilmu yang harus dikuasai oleh sebagai berikut :

1. Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak
2. Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
3. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial dll.
4. Bunda Shaleha : Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang

d. Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup

contoh : Ibu tersebut menetapkan KM 0 pada usia 21 th, kemudian berkomitmen tinggi akan mencapai  10.000 (sepuluh ribu ) jam terbang  di satu bidang tersebut, agar lebih mantap menjalankan misi hidup. Sejak saat itu setiap hari sang ibu mendedikasikan 8 jam waktunya untuk mencari ilmu, mempraktekkan, menuliskannya bersama dengan anak-anak.  Sehingga dalam jangka waktu kurang lebih 4 tahun, sudah akan terlihat hasilnya.
Milestone  yang ditetapkan oleh ibu tersebut  adalah sbb  :
KM 0 – KM 1 ( tahun 1 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Sayang
KM 1 – KM 2 (tahun 2 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan
KM 2 – KM 3 (tahun 3 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif
KM 3 – KM 4 ( tahun 4) : Menguasai Ilmu seputar Bunda shaleha

e. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.

f. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan

Sang Ibu di contoh di atas adalah perjalanan sejarah hidup Ibu Septi Peni, sehingga menghadirkan kurikulum Institut Ibu Profesional, yang program awal matrikulasinya sedang kita jalankan bersama saat ini.

Sekarang buatlah sejarah anda sendiri.

Karena perjalanan ribuan mil selalu dimulai oleh langkah pertama, segera tetapkan KM 0 anda.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/

=====================
Jawaban :

a. Sampai saat ini saya tetap memilih jurusan ilmu kepenulisan, seperti yang saya tuliskan di NHW#1

b. Sampai saat ini beberapa indikator telah saya jalankan dalam target harian. Namun ada beberapa yang belum terlaksana, termasuk target pekanan dan bulanan. Akan saya lakukan evaluasi pada akhir bulan

c. Misi spesifik hidup saya adalah memberikan inspirasi tentang perjuangan keluarga menuju fitrah-Nya melalui tulisan. Saya merasa bahagia dan enjoy dengan Menulis. Dengan ilmu kepenulisan yang saya pelajari ini, saya berusaha agar nantinya juga mendapatkan "earn" dari Menulis.
Bidang: Pendidikan Keluarga
Peran: Penulis

d. Ilmu yang harus saya kuasai adalah
1. Ilmu tentang kepenulisan
2. Ilmu pengasuhan anak
3. Ilmu tentang management Rumah tangga
4. Ilmu tentang peran perempuan dalam keluarga

e. Milestone yang saya tetapkan
KM 0 - KM 1 (tahun 1): Mempelajari ilmu seputar kepenulisan
KM 1 - KM 2 (tahun 2): Mempelajari ilmu seputar Bunda Sayang
KM 2 - KM 3 (tahun 3): Mempelajari ilmu seputar Bunda Cekatan
KM 3 - KM 4 (tahun 4): Mempelajari ilmu seputar Bunda Produktif

f. Ceklis NHW#2 sudah memasukkan indikator untuk mempelajari ilmu yang saya butuhkan,misalnya target membaca buku dan target membuat tulisan setiap pekan

g. Lakukan, lakukan, lakukan

Bismillaah, saya memulai mencatatkan sejarah saya sendiri. Karena perjalanan ribuan mil selalu dimulai oleh langkah pertama, saya segera menetapkan KM 0 saya. Semoga Allah berikan kemudahan, in sya Allah.

Kamis, 03 November 2016

NHW#3 Membangun Peradaban dari Dalam Rumah

NICE HOMEWORK #3

📚MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH 📚

Bunda, setelah kita belajar tentang "Membangun Peradaban dari Dalam Rumah" maka pekan ini kita akan belajar mempraktekkannya satu persatu.

🙋Pra Nikah

a. Bagi anda yang sedang memantaskan diri untuk mendapatkan jodoh yang baik, tulislah suara hati anda dengan tema “UNTUKMU CALON IMAMKU”

b. Lihatlah diri anda, tuliskan kekuatan potensi yang ada pada diri anda.

c. Lihatlah orangtua dan keluarga anda. Silakan belajar membaca kehendakNya, mengapa anda dilahirkan di tengah-tengah keluarga anda saat ini dengan bekal/senjata potensi diri anda. Misi rahasia hidup apa yang DIA titipkan ke diri kita. Tulis apa yang anda rasakan selama ini.

d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda?adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa  anda dihadirkan di lingkungan ini?

👨‍👩‍👦‍👦Nikah

Bagi anda yang sudah berkeluarga dan dikaruniai satu tim yang utuh sampai hari ini.

a. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda.Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.

b.Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.

c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, memgapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.

d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?

👩‍👧‍👧Orangtua Tunggal (Single Parent)

Bagi anda yang saat ini sedang mendidik anak-anak anda sendirian tanpa kehadiran pasangan hidup kita

a. Buatlah “Tanda Penghormatan’, dengan satu dua kalimat tentang sisi baik “ayah dari anak-anak kita” sehingga dia layak dipilih Allah menjadi ayah bagi anak kita, meskipun saat ini kita tidak lagi bersamanya.

b.Lihatlah anak-anak anda, tuliskan  potensi kekuatan diri mereka masing-masing.

c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak anda, silakan baca kehendak Allah, mengapa anda dihadirkan dengan tantangan keluarga yang luar biasa seperti ini. Apa misi hidup rahasiaNya  sehingga kita diberi ujian tetapi diberikan bekal kekuatan potensi yg kita miliki.

d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?

Setelah menjawab pertanyaan - pertanyaan tersebut di atas, sekarang belajarlah memahami apa sebenarnya "peran spesifik keluarga" anda di muka bumi ini.

Selamat membaca hati dan menuliskannya dengan nurani. Sehingga kata demi kata di nice homework #3 kali ini akan punya ruh, dan menggerakkan hati yang membacanya.

Salam Ibu Profesional

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

Jawaban :

Saya sekarang sudah menikah dan mempunyai dua orang anak.
A. Berikut adalah Surat Cinta saya untuk suami :

     Surat untuk kekasih

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarakatuh

Dear my beloved husband,

Kutuliskan surat ini untukmu sayang, saat ku kenang kisah kita.

Aku belum mengenalmu kala itu, pun melihat wajahmu. Ketika beberapa kali kita terlibat dalam diskusi, entah mengapa aku yang ngeyelan ini bisa menerima argument dan jawabanmu. Mungkin disitulah awal aku mengakui engkaulah calon imamku.

Proses lamaran dan pernikahan yang sederhana sungguh membuatku terharu penuh rasa syukur. Perasaan malu dan salah tingkah tak dapat kusembunyikan ketika kita pertama kali duduk bersanding setelah akad nikah. Bahkan berdebar dada ini ketika pertama kali kau cium keningku setelah sholat berjamaah pertama kita di malam pengantin itu.

Aku yang terbiasa sebagai anak kost dan tak pandai kerumahtanggaan kini menjadi seorang istri. Sungguh aku malu terhadapmu. Aku tak pandai melayanimu, aku tak pandai menghargaimu. Aku minta maaf untuk keegoisanku.

Namun, aku melihat dan merasakan bagaimana kau memperlakukanku. Kau bahkan tak pernah menyalahkanku. Allah, aku bersyukur berjodoh dengan suamiku.

Semakin hari bersamamu membuatku makin mengerti bahwa Allah mengirimmu untukku sebagai guru, kakak, teman dan pelindung. Darimu aku belajar tentang kesabaran, kelembutan dan kekuatan. Terima kasih suami tersayang.

Dalam kekuranganku kau menyayangi. Dalam kekhilafanku kau memperbaiki. Dalam semangatku kau menyertai.

Hari terus berganti dan aku makin Cinta. Tetaplah di sampingku, bermain bersama kedua anak kita dengan bahagia.

Teruslah berdiri tegak menjadi nahkoda kapal rumahtangga kita. Hingga kita sampai pada tujuan akhir nanti. Bersama, kita sehidup sesurga.

Wassalamu'alaikum warohmatullaahi wabarakatuh

With love,
Vitta

Respon suami setelah menerima dan membaca Surat tersebut : beliau bilang terharu, tersanjung kemudian memeluk saya

B.  Potensi Anak pertama (laki-laki/7th) : ekspresif, kritis, rasa ingin tahu tinggi, berjiwa pemimpin, berjiwa sosial, semangat berlomba dalam kebaikan
      Potensi Anak kedua (Perempuan/4th): lembut, penyayang, kritis, kreatif, berjiwa sosial, pemberani

C. Potensi diri sendiri :
1. Saya senang menulis.
    Dengan menulis saya bisa mengekspresikan ide, gagasan, maupun perasaan. Hal ini bisa membuat saya bahagia. Dan kebahagiaan Ibu meningkatkan kebahagiaan keluarga.
2. Saya bersemangat memperbaiki diri menjadi lebih baik.  Sejak menikah dan menjadi Ibu, saya mau mempelajari hal baru. Pengasuhan anak, memasak, bahkan naik sepeda.
Menurut saya, dengan bekal potensi saya tsb, Allah mempertemukan saya dengan suami agar saling bersinergi. Misalnya, dengan semangat belajar yang saya punya, saya belajar dari suami dan anak-anak saya. Suami dengan konsistensinya yang mngingatkan saya jika sekiranya akan keluar jalur. Anak-anak yang selalu menghargai setiap usaha saya menjadi penyemangat tersendiri.

D. Tantangan lingkungan sekitar
     Menurut saya, Allah menempatkan kami di sini sekarang untuk belajar keanekaragaman budaya. Saya perhatikan pola hidup yang individualis di lingkungan kami. Tanggungjawab orangtua terhadap pendidikan anak dititipkan pada sekolah, TPA dan guru Les. Dan itu dianggap sudah cukup. Mungkin kelak Allah ingin kami mewarnai lingkungan ini dengan perbaikan pola asuh yang lebih mendekatkan orangtua dengan anak-anak disertai ilmu parenting yang rutin dipelajari.

Sehingga peran spesifik keluarga kami untuk menjadi agen perubahan menuju fitrah-Nya,in sya Allah.