Jumat, 31 Maret 2017

Hari 7_My Family My Team_Nevita Siswanti

Membantu Tugas

Satu hari setelah penyemaian anak-anak berusaha merawat tanaman mereka. Mengamati apakah yang terjadi pada pot yang kemarin ditanami biji cabe.

Terkait pembagian tugas, Yumna yang bertugas menyirami. Hari ini siang sekitar waktu dzuhur ia sudah menanyakan kapan boleh menyiram tanamannya dan berapa kali dalam sehari boleh menyiram tanamannya.

Sore harinya, saat Yumna belum bangun, Arfa bermaksud membantu tugas Yumna dengan menyirami pot-pot yang kemarin ditanami. Ia bertanggung jawab karena ia lah ketuanya, begitu ia berkata.

Alhamdulillaah, anak-anak masih konsisten dan antusias. Mereka juga saling membantu dalam mengerjakan tugasnya. Saya menanyakan apa yang mereka rasakan. Anak-anak merasa senang melakukannya.

Bunda Sayang
My Family My Team
Ibu Professional
IIP

Kamis, 30 Maret 2017

Hari 6_My Family My Team_Nevita Siswanti

Penyemaian

Sore tadi kami telah mendapatkan tanah. Kami mencampurnya dengan sekam dan pupuk. Kami menyiapkan dua pot. Satu pot untuk menanam biji yang terapung, dan pot yang satu untuk menanam biji yang tenggelam.

Arfa dan Yumna yang mengaduk-aduk tanah lalu memasukkan biji cabenya. Mereka antusias melakukannya. Mereka juga menyiramnya.

Anak-anak senang bisa mendapatkan tanah, lalu menikmati proses mengaduk-aduk tanah dengan sekam dan pupuk.

Semoga besok semangat masih terjaga..

Bunda Sayang
My Family My Team
Ibu Professional
IIP

Rabu, 29 Maret 2017

Hari 5_My Family My Team_Nevita Siswanti

Persiapan Tanah

Hari ini biji yang kemarin dijemur sudah kering. Hari ini kami menyiapkan tanah untuk menyemai biji.

Tanahnya sebaiknya gabungan antara tanah dan pupuk atau sekam. Pupuk dan sekam kami sudah ada, namun tanah kami bermaksud mengambil dari sebelah rumah. Balada orang kota... sudah cari tanah.

Kami rencananya sore hari akan mengambil tanahnya, setelah bangun dari tidur siang dan sholat ashar. Namun ternyata sore hujan...tanahnya becek sekali...

Anak-anak kecewa...Arfa yang ekspresif sempat kesal karena hujan. Saya menemaninya...saya belajar membiarkannya mengelola emosinya. Yumna yang menjelaskan besok saja tunggu tanah nya tidak becek.

Malamnya saya mengucapkan trimakasih, anak-anak semangat ingin belajar cara menanam cabe. Meski kadang dalam kenyataan, kita menemukan hal di luar rencana kita. Pasti ada pelajaran juga di balik kejadian itu.

Bunda Sayang
My Family My Team
Ibu Professional
IIP

Selasa, 28 Maret 2017

Hari 4_My Family My Team_Nevita Siswanti

Pengamatan Biji yang Dijemur

Hari ini anak-anak mengamati biji cabe yang dijemur kemarin sore. Menurut artikel yang kami dapat, cara menjemurnya tidak di bawah sinar matahari langsung. Jadi kami hanya meletakkannya di dalam rumah.

Ternyata, tadi pagi anak-anak lihat bijinya belum kering. Seharian tadi kami pergi mengantar mertua ke tempat adik suami, dan baru sampai Rumah kembali sudah malam.

Alhamdulillaah sampai hari ini anak-anak masih konsisten dengan proyek yang telah disepakati bersama. Dengan gembira mereka mengamati biji cabenya, pagi setelah bangun tidur. Rasa ingin tahunya juga masih tinggi, bagaimana biji cabe bisa tumbuh. Dan biji mana yang bagus.

Bunda Sayang
My Family My Team
Ibu Professional
IIP

Senin, 27 Maret 2017

Hari 3_My Family My Team_Nevita Siswanti

Memilih Biji untuk Disemai

Hari ini kami memilih biji cabe yang nantinya akan kita tanam. Menurut artikel yang kami baca, ada cara untuk mengetahui mana biji cabe yang bagus dan tidak, yaitu dengan merendamnya. Jika biji cabenya tenggelam, maka itu biji yang bagus.

Saya, Arfa dan Yumna mulai membuka cabe untuk mengambil bijinya lalu merendamnya. Kami siapkan cabe yang kering dan yang masih segar. Ternyata, hasil pengamatan anak-anak, biji cabe yang masih segar tenggelam, sedangkan biji cabe kering terapung. Kami memisahkan kedua jenis biji cabe tadi (segar dan kering) untuk membuktikan kebenaran bahwa biji yang terapung tidak bagus.

Lalu kami menjemur biji-biji tersebut, namun tidak terkena sinar matahari langsung. Anak-anak antusias melakukannya. Setelah itu, anak-anak langsung inisiatif cuci tangan sampai benar-benar bersih, takut pedas kalau mengucek mata, katanya.

Alhamdulillaah...mereka masih semangat ingin tahu tentang menanam cabe. Bahkan Yumna mengusulkan agar kami juga menanam tomat, paprika..

Bunda Sayang
My Family My Team
Ibu Professional
IIP

Minggu, 26 Maret 2017

Hari 2_My Family My Team_Nevita Siswanti

Setelah Pause Menunggu Arfa Outbond

Arfa sebagai pimpinan proyek dua hari kemarin (Jumat-Sabtu) mengikuti acara outbond sekolah "Supercamp" di Subang. Baru pulang tadi malam.
Padahal ada beberapa hal yang akan saya "laporkan" padanya, selaku ketua proyek ini.

Hari Jumat suami sudah menemukan artikel tentang cara menanam cabe. Dan...ada 4 tahapan yang perlu dilakukan, yaitu:
1. Penyemaian
2. Penanaman
3. Perawatan
4. Pemanenan
Dari artikel yang dibaca, ternyata untuk penyemaian saja butuh waktu 30-45 hari hingga tanaman tumbuh daun dan siap ditanam.

Saya dan suami sempat berpikir proyek ni terlalu panjang untuk dilakukan jika dilakukan seperti rencana awal (dari menanam hingga panen). Namun kami sepakat untuk membahasnya bersama anak-anak, termasuk menunggu Arfa pulang dari outbond. Dua hari kami pause proyek ni.

Hari ini, setelah Arfa menceritakan pengalaman outbondnya yang seru, kami kembali membahas proyek. Kami ceritakan tentang artikel yang telah didapat. Ternyata anak-anak tetap mau melanjutkan proyek ini. Malah tambah semangat.

Bahan:
-Pot
-Biji cabe
-Wadah untuk menjemur biji
-Wadah untuk merendam biji
-Tanah dan sekam

Bismillaah, kami mantabkan proyek KEBUN SAMBALKU. Hari ini sudah menyiapkan pot dan biji cabenya, tapi belum kering. Semoga semangat kami tetap terjaga hingga nanti....

Bunda Sayang
My Family My Team
Ibu Professional
IIP

Kamis, 23 Maret 2017

Hari 1_My Family My Team_Nevita Siswanti

Diskusi Dimulai...

Sejak kemarin saya sudah mulai memperkenalkan istilah project ke suami dan anak-anak. Perlahan mulai sedikit paham dan terbayang apa yang hendak dilakukan.

Malam ini setelah bermain peran, di kamar kami kembali membicarakan project. Ada beberapa ide yang muncul, suami usul tentang pemisahan sampah,  Arfa (almost 8yo) mengusulkan menanam. Ternyata usul Arfa didukung oleh Yumna (almost 5yo).

Kami persempit, apa yang hendak ditanam? Kata Arfa, dia mau menanam cabe karena kata Ibu cabe mahal, jadi kalau tanam sendiri kita nggak usah beli. Arfa memang suka sambel.

Karena Arfa yang punya usul, kami sepakat pimpro kali ini dia. Dan dia membagi tugas :
- Ayah tugasnya mencari info tentang tanaman cabe lewat internet karena ayah paling sering lihat HP
- Ibu tugasnya membersihkan tanaman jika nanti ditemukan ada pengganggunya
-Adik tugasnya menyiram tanaman
Kami beri nama project ini "KEBUN SAMBALKU"

Bismillaah kami mulai project ini..semoga banyak hikmah dan pelajaran yang akan kami peroleh lewat project ini, aamiin.

Bunda Sayang
My Family My Team
Ibu Professional
IIP

Rabu, 15 Maret 2017

Aliran Rasa_Kemandirian Anak_Nevita Siswanti

Konsisten, Tega dan Sabar

Melatih kemandirian anak adalah sejatinya mempersiapkan masa depannya. Namun kadang saya sebagai orangtua masih ada rasa berat, kasian untuk menerapkannya.

Melalui kelas Bunda sayang saya belajar konsisten untuk melatihnya. Konsisten pada diri saya sendiri, pada anak-anak, pada lingkungan dan "godaan" yang melemahkan.

Beberapa hal yang masih terus saya pelajari adalah :
1. Konsisten
Bukan hal mudah untuk tetap pada tekad dan semangat awal. Harus terus mencari bahan bakar untuk selalu mengobarkannya
2. "Tega" pada anak
3. Sabar
Tidak perlu tergesa melihat sempurnanya hasil
4. Teladan
Anak-anak selalu memperhatikan apa yang kita lakukan. Sungguh, ini tantangan untuk saya agar terus belajar.

Alhamdulillaah, bertambah ilmu lagi dari Bunda sayang, semoga kami sekeluarga tetap bisa konsisten menjadi lebih baik, semangat !

Trimakasih Tim Bunda Sayang....

Sabtu, 04 Maret 2017

Hari10_Kemandirian Anak_Nevita Siswanti

Masih Roti Isi Pisang dan Mencuci Piring

Hari ini Arfa dan Yumna masih semangat membuat roti isi pisang dan selai strawberry. Pagi hari mereka membuat sarapan sendiri.

Malam hari pun masih ngemil roti isi pisang lagi :-)
Biarlah, mereka masih menikmati hasil buatan sendiri. Rasanya pasti lebih enak karena ada rasa kebanggaan di dalamnya. Semangat ya...resep-resep lain sudah menanti esok hari :-)

Aktivitas mencuci piring juga masih mereka jalankan. Alhamdulillaah, masih terjaga konsistensinya. Semoga esok hari kita tetap semangat menyambut tantangan baru. Ayo Nak...kita akan terus bergerak maju...! Semangat !

Bunda Sayang
Melatih Kemandirian
Ibu Professional
IIP

Jumat, 03 Maret 2017

Hari9_Kemandirian Anak_Nevita Siswanti

Tantangan Baru

Hari ini Arfa memulai belajar membuat makanan sendiri. Kali ini yang dipilih roti isi pisang selai strawberry. Ia mengikuti resep di buku, namun ia sesuaikan dengan kondisi yang ada. Keju dan selai coklat ia ganti dengan selai strawberry. Langkah demi langkah ia ikuti. Hal baru yang ia temukan adalah belajar memotong pisang. Setelah roti jadi, dengan tangan belepotan selai ia bangga menunjukkannya pada saya, "Bu, Mas bisa ya bikin sendiri, ikutin resep kayak Ibu kalau bikin kue. Alhamdulillaah jadi Bu, enak!"

Sedangkan Yumna, ia hanya mengoles roti dengan selai saja. Pengalaman baru Yumna kali ini adalah mencuci sendok. Ia bangga sekaliii sudah bisa melakukannya.

Alhamdulillaah... anak-anak bersemangat mempelajari hal baru. Tinggal dipantau konsistensinya. Saya belajar banyak dari mereka. Terima kasih Nak, bantu Ibu untuk terus belajar agar kita bisa mengucapkan "Yes, I Can !" bersama-sama, in sya Allah...

Bunda Sayang
Melatih Kemandirian
Ibu Professional
IIP

Kamis, 02 Maret 2017

Hari8_Kemandirian Anak_Nevita Siswanti

Apresiasi dan Tantangan Berikutnya

Hari ini sudah seminggu sejak kami mulai melatihnya kemandirian anak. Untuk Arfa, saya lihat sudah cukup konsisten dengan jadwalnya. Memang masih perlu terus dilatih agar lebih tepat waktu. Kadang jika sudah enjoy dia bisa lupa.

Saya dan Arfa membicarakan rencana selanjutnya. Ia sangat tertarik agar dapat menyiapkan makanannya sendiri. Dia telah membaca beberapa resep sederhana di buku dan akan ia praktekkan. Bismillaah ya sholeh...insya Allah kita bisa !

Untuk Yumna, saya masih belum bisa mengajaknya konsisten pada satu hal yang telah ditentukan sebelumnya. Ternyata ia ingin melakukan hal yang sama dengan kakaknya. Ia juga ingin cuci piring. Baiklah sholihah...ini masih jadi PR Ibu untuk mengajarkan konsistensi. Besok kita susun rencana yang lebih seru ya...

Malam ini saya ucapkan trimakasih, selamat pada mereka atas semangat dan konsistensinya belajar mandiri. Tetap semangat ya Nak...

Bunda Sayang
Melatih Kemandirian
Ibu Professional
IIP

Rabu, 01 Maret 2017

Hari7_Kemandirian Anak_Nevita Siswanti

Menutup Telinga untuk Maju

Hari ini saya kembali mengantarkan Arfa ke dokter. Kali ini ke dokter spesialis kulit karena luka- luka di wajahnya semakin parah.

Sepulang dari RS, saya mengajak anak-anak sholat dzuhur, lalu mereka saya tinggal ke warung dekat rumah. Ketika saya kembali ternyata Ibu saya sedang menelepon anak-anak. Setelah ngobrol dengan cucunya, Ibu saya berbicara kepada saya. Beliau menceritakan apa yang didengarnya dari anak-anak. Bahwa tadi sewaktu saya ke warung, Adik BAB dan cebok sendiri. Mereka juga makan sendiri. Apalagi pas tahu Mas cuci piring sendiri. Alamaaakk...telepon jadi panjang. Sang nenek mengkhawatirkan cucunya. Yang meragukan kebersihannya, yang meragukan apakah bisa, yang kasihan, masih kecil...Karena masih lelah saya hanya menjawab iya iya.

Ibu, mohon doanya agar saya bisa mendampingi anak-anak belajar mandiri. Padahal Bu...ini saya saja sudah termasuk terlambat melatih kemandirian mereka. Saya harus " tega" melatihnya mulai dari sekarang. Nanti jika ada waktu yang pas, saya akan ngobrol dengan lebih santai tentang ini dengan beliau. Tetap semangat, Yes I Can! In sya Allah

Bunda Sayang
Melatih Kemandirian
Ibu Profesional
IIP