Menutup Telinga untuk Maju
Hari ini saya kembali mengantarkan Arfa ke dokter. Kali ini ke dokter spesialis kulit karena luka- luka di wajahnya semakin parah.
Sepulang dari RS, saya mengajak anak-anak sholat dzuhur, lalu mereka saya tinggal ke warung dekat rumah. Ketika saya kembali ternyata Ibu saya sedang menelepon anak-anak. Setelah ngobrol dengan cucunya, Ibu saya berbicara kepada saya. Beliau menceritakan apa yang didengarnya dari anak-anak. Bahwa tadi sewaktu saya ke warung, Adik BAB dan cebok sendiri. Mereka juga makan sendiri. Apalagi pas tahu Mas cuci piring sendiri. Alamaaakk...telepon jadi panjang. Sang nenek mengkhawatirkan cucunya. Yang meragukan kebersihannya, yang meragukan apakah bisa, yang kasihan, masih kecil...Karena masih lelah saya hanya menjawab iya iya.
Ibu, mohon doanya agar saya bisa mendampingi anak-anak belajar mandiri. Padahal Bu...ini saya saja sudah termasuk terlambat melatih kemandirian mereka. Saya harus " tega" melatihnya mulai dari sekarang. Nanti jika ada waktu yang pas, saya akan ngobrol dengan lebih santai tentang ini dengan beliau. Tetap semangat, Yes I Can! In sya Allah
Bunda Sayang
Melatih Kemandirian
Ibu Profesional
IIP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar