Rabu, 30 Agustus 2017

Hari10_Semua Anak Adalah Bintang_Nevita Siswanti

HP dan Laptop

Pemakaian HP oleh anak-anak memanggil kami batasi. Kami menjelaskan bahwa HP digunakan untuk menelpon nenek, saudara, untuk belajar, misalnya mencari resep masakan dan mencari berbagai informasi yang diperlukan.

Mas sudah tahu itu. Jika perlu pun ia akan minta ijin dulu. Namun, teenyata meski tidak diajari secara detail, ia bisa mengutak atik HP hingga berubah beberapa settingannya :-)

Pernah tiba-tiba ia menunjukkan bahwa password HP saya adalah begini dan begitu, ia menjelaskan. Ketika saya tanya, tahu dari mana ia jawab tahu sendiri. Mas pencet pencet coba aja, katanya. Rupanya ia asyik utak atik setting an HP :-)

Ketika melihat saya sering menggunakan laptop, ia juga minta ijin ingin pinjam. Dan saya melihatnya ia asyik pencet pencet membuat tulisan cantik dan gambar sebuah rumah. Lah...tadinya saya pikir akan ikut mengetik biasa seperti saya, ternyata yang ia hasilkan lain. Bahkan saya pun belum tahu bagaimana bisa ada cara seperti itu, ternyata :-D

Semoga keasyikannya itu menjadikannya orang yang bermanfaat di bidangnya ya Nak...memanfaatkan teknologi untuk karya terbaik, aamiin.

Semua Anak Adalah Bintang
IIP
Bunda Sayang

Senin, 28 Agustus 2017

Hari9_Semua Anak Adalah Bintang_Nevita Siswanti

Berani Tampil

Saya dan suami termasuk orang yang kurang suka tampil. Jika ada acara, kami lebih memilih bagian di balik layar. Namun ternyata Mas berbeda. Anak sulung kami lebih percaya diri maju dan tampil di beberapa atau hampir setiap kesempatan.

Sejak TK ia sudah berani tampil. Saat acara akhirussanah, ia menjadi pemimpin koor, juga pembaca puisi dan pemain drumb band. Pada waktu SD dua tahun berturut-turut menjadi ketua kelas. Kelas tiga ini dia yang tidak mau menjadi ketua kelas karena ingin menjadi PJ Kebersihan :-)

Beberapa kali anak-anak ikut saya seminar atau workshop. Saat pembicara menawarkan challenge, saya yang kurang suka tampil ke depan dipaksa Mas untuk ikut challenge dan maju. Jika saya menolak, dia akan menasihati saya panjang lebar :-)
Yeah..alhamdulillaah saya diajarkan untuk berani tampil oleh Sang Guru istimewa, Bintang keluarga !

Hampir di setiap acara untuk anak, misalnya Festival Dongeng, DaVinci Learning di Habibie Festival, atau Lomba 17an di RT Mas selalu antusias untuk maju dan ikut serta. Hingga, semangat itu juga menular ke Adik. Dan, ia ajarkan pada kami, orangtua nya.

Semua Anak Adalah Bintang
IIP
Bunda Sayang

Minggu, 27 Agustus 2017

Hari8_Semua Anak Adalah Bintang_Nevita Siswanti

Ketinggian, Tangga dan Latihan

Hari ini kami manfaatkan waktu untuk bersama ayah sebagai pelepas rindu setelah dua pekan tidak bertemu. Karena ayah ada perlu mencari sesuatu, jadi kami ikut pergi ke supermarket bangunan bersamanya.

Memasuki gedungnya dan berkeliling mencari, ternyata lokasi barang yang dicari ada di lantai atas. Kami harus menaiki escalator berbentuk tangga. Seperti biasanya, Mas agak takut menaikinya. Dia memang agak takut pada ketinggian.  Apalagi sambil bergerak tangganya. Pernah dulu saya hanya pergi bertiga saja dengan anak-anak dan Mas nggak berani naik escalator. Dan Mas memilih mengajak pulang daripada menaiki escalator.

Sejak saat itu, saya sering mengajaknya berlatih mendaki. Yah, meski hanya bukit namun cukup untuk melatihnya agar mengurangi ketakutannya pada ketinggian. Meski begitu, saya tetap menyampaikan padanya bahwa tiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tak perlu harus jadi pemberani jika memang Mas tak menyukainya. Untuk jadi orang hebat tak semuanya harus berani naik turun tangga :-)

Alhamdulillaah, hari ini ia sudah tak begitu takut lagi untuk naik escalator, meski masih sedikit ragu dalam melangkah. Setidaknya ia telah berusaha untuk melawan rasa takutnya. Tak perlu dibandingkan dengan orang lain. Yang jelas, Mas telah lebih berani dibandingkan dirinya sendiri beberapa waktu lalu.

Semua Anak Adalah Bintang
IIP
Bunda Sayang

Sabtu, 26 Agustus 2017

Hari7_Semua Anak Adalah Bintang_Nevita Siswanti

Murah Hati

Sehari-hari memang Adik lebih sering dengan saya. Hampir ke mana pun saya pergi ia selalu ikut serta. Di setiap kegiatan saya di rumah juga ia selalu mengikuti.

Meski saya kadang tak mengajaknya ikut serta dalam kegiatan yang saya lakukan, ia berinisiatif untuk ikut juga. Namun saya perhatikan ia memang suka dalam melakukannya. Ketika saya memasak, ia tiba-tiba menghampiri saya dan membantu memotong sayuran. Atau ketika saya mencuci baju, ia juga datang dan membantu mengucek kaos kakinya.

Sikapnya yang sering membantu itu ternyata bukan hanya pada saya. Ketika Mas sibuk mencari sesuatu, ia juga ikut membantu tanpa diminta. Pun ketika saya meminta Mas membereskan mainannya, namun lagi-lagi Adik yang bergerak lebih dulu. Dan itu ia lakukan atas kemauannya sendiri, dengan ceria.

Ada kebiasaannya juga yang membuat saya terharu. Ia selalu menyiapkan sandal saya, ayahnya dan Mas ketika kami sholat di masjid. Pada waktu kami keluar dan hendak memakai sandal, maka Adik telah menata sandal-sandal kami dalam posisi siap pakai, menghadap ke depan.

Ma sya Allah Dik...we love you..Dalam usiamu 5 tahun ini kamu telah banyak memberi pelajaran pada kami. Tetaplah menjadi Bintang keluarga....

Semua Anak Adalah Bintang
IIP
Bunda Sayang

Jumat, 25 Agustus 2017

Hari6_Semua Anak Adalah Bintang_Nevita Siswanti

Supaya Banyak Pahala

Hari ini Mas sekolah membawa uang saku Rp 4.000. Biasanya nggak bawa uang karena sudah bawa bekal makanan. Tapi khusus hari Jumat boleh membawa uang untuk infaq.

Pulang sekolah Mas cerita kalau uangnya ia infakkan di sekolah Rp 1.000, lalu untuk jajan dirinya Rp 1.000 terus membelikan es kakak kelas Rp 1.000. Sampai sini saya tanya, kenapa membelikan kakak kelas? Ternyata jawabannya adalah, "Nggak papa Bu, biar dapet pahala"

Ya Allaah...anak ini memang saya perhatikan niatnya karena Allah jika beramal. Pernah mau ke masjid ia membawa uang Rp 50.000 pemberian dari neneknya, katanya mau untuk infak semua, biar banyak pahalanya.

Dan ia masih melanjutkan ceritanya, uangnya sisa Rp 1.000 Mas berikan pada orang tua di depan masjid tadi, dia minta-minta. Mas cuma punya Rp 1.000 jadi itu saja aku kasih.

Ma sya Allah...semoga istiqomah ya Nak...jiwa sosialnya...semoga Allah kabulkan doamu, ingin menjadi pengusaha yang dermawan, aamiin.

Semua Anak Adalah Bintang
IIP
Bunda Sayang

Kamis, 24 Agustus 2017

Hari5_Semua Anak Adalah Bintang_Nevita Siswanti

Pesanan Pom-pom

Kemarin pulang sekolah Mas cerita kalau temannya minta dibuatkan pom-pom dan akan membayarnya. Mas senang sekali. Sampai rumah ia langsung membuat pom-pom lagi.

Ma sya Allah, dari 4E Mas telah mencapai semuanya. Ia begitu enjoy dan easy menjalaninya, excellent hingga earn menghasilkan uang. Di usianya yang baru 8 tahun ia sudah bisa berjualan hasil karyanya sendiri.  Hal ini memang sejalan dengan cita-citanya yang ingin menjadi pedagang. Semoga tercapai ya Mas, pengusaha muslim yang sholih, aamiin.

Mas menjual pom-pom nya harga Rp 2.000 tanpa mata dan mulut. Jika lengkap dengan mata dan mulut ia jual seharga Rp 3.000. Dan hari ini Mas berhasil membawa pulang uang Rp 2.000 karena ia baru bisa membuat satu pom-pom untuk temannya, tanpa mata dan mulut.

"Masih ada pesanan lagi Bu, Fauziah, Mayla dan Teges pesan juga" ceritanya pada saya siang ini.

Saya menciumnya. Meleleh hati saya, terima kasih Nak, Ibu banyak belajar padamu, Sang Bintang Keluarga !

Semua Anak Adalah Bintang
IIP
Bunda Sayang

Rabu, 23 Agustus 2017

Hari 4_Semua Anak Adalah Bintang_Nevita Siswanti

Mempersiapkan Hewan Qurban

Pekan kemarin, sebelum suami pergi ke Kalimantan sudah berpesan agar saya dan anak-anak yang memilih kambing untuk qurban nanti. Menurut info yang beliau peroleh, hewan akan tiba di masjid sepuluh hari sebelum hari raya.

Maka kemarin saya dan anak-anak pergi ke masjid untuk memenuhi amanat suami. Kami memilih kambing sesuai type yang telah dipesan suami. Saya kembali mengingatkan bahwa kita akan berkurban di hari raya Idul Adha pekan depan. Anak-anak senang melihat dan memberi makan hewan-hewan tsb.

Hingga perjalanan pulang dan sampai rumah anak-anak masih membahas tentang mengapa kita harus berqurban dan beberapa sunnah di awal bulan Dzulhijjah ini. Alhamdulillaah mereka antusias menyambut Idul Adha. Mereka juga senang telah memilih kambing untuk qurban nanti. Mereka belajar menaati perintah Allah.

Semua Anak Adalah Bintang
IIP
Bunda Sayang

Senin, 21 Agustus 2017

Hari3_Semua Anak Adalah Bintang_Nevita Siswanti

Adik Suka Menari

Kemarin, sambil menunggu waktu untuk menjemput Mas, saya dan Adik bermain boneka. Ada beberapa boneka hewan yang kita mainkan. Adik mengambil beberapa aksesorisnya, seperti bando, kalung dan jam tangan miliknya untuk dipakaikan pada boneka-bonekanya.

"Ibu, ini mereka lagi pakai kostum ya, karena mau menari, ceritanya lagi mau tampil" jelasnya pada saya seraya memakaikan aneka aksesoris tadi pada boneka.

"Waaah..jadi cantik ya" puji saya sambil mengacungkan jempol.

Saya kagum pada idenya. Saya tersenyum melihat ia menggerakkan boneka-boneka itu untuk menari.

Saya jadi teringat memang Adik terlihat senang menari. Saat melihat acara anak-anak di TVRI, ada kakak-kakak menari, dia langsung berdiri dan ikut menirukan gerakannya. Saat menghadiri akhirussanah Mas, melihat ada penampilan kakak yang menari, ia juga ikut menggerakan badannya. Saya masih ingat wajahnya yang bahagia ketika tangannya ikut melambai-lambai mengikuti gerakan yang ia lihat. Di rumah pun, ia sering meminta putarkan lagu senam ataupun lagu daerah untuk mengiringinya menari.

Dan kemarin, ia tiba-tiba minta dibantu melilitkan kain selendang di pinggangnya, untuk menari katanya. Dia lalu menggerak-gerakkan selendangnya ke kanan dan ke kiri. Dia tersenyum, sambil berputar-putar. Senangnyaaa...

Ternyata ada darah seni yang mengalir di diri Adik. Hehehe...sebenarnya tak begitu heran, karena saya dulu juga suka menari. Tapi melihatnya berbinar-binar, dan berani mengekspresikan diri, itu luar biasa bagi saya. Dia telah menjadi bintang keluarga kami.

Semua Anak Adalah Bintang
IIP
Bunda Sayang

Hari2_Semua Anak Adalah Bintang_Nevita Siswanti

Membuat Donat

Kemarin Adik request cemilan donat. Mas mengusulkan agar kami membuat sendiri saja. Mereka berdua siap membantu.

Okelah, setelah melihat resep dan mengecek bahan-bahannya ternyata telah tersedia, kami pun membuatnya bersama-sama. Saya memang membantu bagian menguleninya. Mereka sudah tak sabar ingin membentuk donatnya sesuai kreasi masing-masing.

Setelah menunggu 30 menit, mereka dengan gembira membentuk adonan penuh semangat. Mas membuat bentuk kotak, seperti mobil, katanya. Sedangkan Adik membentuknya menjadi bulatan kecil, seperti bola dan bentuk-bentuk lonjong seperti guling, katanya :-)
Itulah donat-donat kreasi mereka dengan imajinasi keren. Hasil karya bintang keluarga kami yang dikerjakan dengan happy and enjoy, yeah !

Semua Anak Adalah Bintang
IIP
Bunda Sayang

Minggu, 20 Agustus 2017

Hari1_Semua Anak Adalah Bintang_Nevita Siswanti

Membuat Pom-pom dari Benang Woll

Hari Rabu kemarin Mas telah diajarkan membuat pompom dari benang woll di sekolahnya. Ia menceritakan bahwa ia telah bisa membuat pom-pom. Ia juga mengatakan bahwa ia siap membuatkan pom-pom untuk adik jika tersedia bahan-bahannya.

Hari Jumat kami berbelanja bahan-bahan yang dibutuhkan. Kami membeli tiga warna benang wol, kain flanel, mata boneka dan lem.

Sorenya Mas telah asyik membuat pompom. Ia bisa mengerjakannya sendiri, tanpa bantuan saya. Ia berhasil membuat tiga pom-pom sesuai kreasinya. Aaahh...kelihatan dia enjoy menjalaninya. Jika tak saya ingatkan, ia bisa lupa waktu :-)
Ia senang membuat suatu kerajinan, yang ia sebut sebagai kreasi. Yeah...inilah salahsatu bintang keluarga kami.

Semua Anak Adalah Bintang
IIP
Bunda Sayang

Sabtu, 12 Agustus 2017

Aliran Rasa Menstimulus Matematika Logis_Nevita Siswanti

Dulu..menurut saya matematika itu melulu soal hitungan..
Dan akan susah jika mengajarkannya pada anak-anak. Lha yang dewasa saja masih sering takut pada matematika, bagaimana dengan anak?

Tapi..ternyata matematika tak hanya tentang angka. Dengannya kita bisa belajar berpikir logis. Itulah yang pertama saya ingat dari materi BunSay kali ini. Daan..matematika bisa dipelajari dengan menyenangkan sambil bermain. Wow..ini lebih keren lagi..Anak-anak bisa mulai mempelajarinya tanpa merasa sedang belajar.

Terima kasih BunSay, kini kami menyadari matematika ada di sekitar kita...dan kami menyukainya.

ILoveMath
MathAroundUs

Kamis, 03 Agustus 2017

Hari10_Nevita Siswanti_Menstimulus Matematika Logis

Menghitung Kaki Kucing

Tadi pagi, sewaktu berangkat sekolah saya dan Adik menemukan kucing di jalan. Awalnya saya hanya menunjukkan padanya ada kucing di jalan yang kami temui.

Ternyata Adik malah berinisiatif menghitung berapa kucing yang kami temui di sepanjang jalan dari rumah hingga sekolah. Saya pun menambahkan materi belajar matematika pada kesempatan itu. Saya tanyakan berapa kaki kucing. Adik sudah tahu, ia menjawab empat. Nah, jika tadi kita telah bertemu dua lkucing jadi ada berapa semua kaki kucing yang kita lihat pagi ini?

Sambil berboncengan kami menghitungnya bersama. Empat tambah empat jadi delapan. Perlahan Adik mulai berkenalan dengan konsep perkalian. Masih perlu lebih banyak lagi bermain seru untuk menikmati matematika dengan asyik.

IIP
KuliahBunSay
ILoveMath
MathAroundUs

Rabu, 02 Agustus 2017

Hari9_Nevita Siswanti_Menstimulus Matematika Logis

Bermain Congklak

Hari ini Mas sudah mulai ekskul. Jadi siang tadi Adik main berdua saja dengan saya.

Kami bermain congklak. Kami mengisinya tiga-tiga. Lalu bermain dan menghitungnya siapa yang paling banyak.

Kami mengulanginya lagi. Kini kami isi lubangnya masing-masing empat. Lalu bermain dan menghitung hasilnya. Adik yang menang. Dia gembira. Ternyata seru juga main congklak yaa...

Alhamdulillaah, lewat congklak jadi bisa untuk belajar menghitung sampai puluhan.

IIP
KuliahBunSay
ILoveMath
MathAroundUs

Selasa, 01 Agustus 2017

Hari8_Nevita Siswanti_Menstimulus Matematika Logis

Belajar Memilah

Kemarin saya mengajak Adik untuk menghitung uang hasil pemberian nenek, kakek dan saudara-saudara saat lebaran kemarin. Rencananya mau saya masukin bank, supaya lebih aman dari ancaman untuk jajan mereka :-)

Ternyata uangnya bermacam-macam. Ada yang ratusan ribu, lima puluhan ribu, dua puluhan ribu, sepuluh ribu dan lima ribuan, serta dua ribuan.

Adik saya minta untuk memisahkan uang-uang tersebut berdasarkan nominalnya dan warna uangnya. Harapan saya agar ia bisa belajar mengelompokkan berdasarkan warna, juga bisa mengenal nominal uang.

Kini ia tahu uang sepuluh ribu yang mana, dua puluh ribu yang mana, sehingga ketika saya minta tolong diambilkan uang untuk membeli sayur ia sudah tahu.

IIP
KuliahBunSay
ILoveMath
MathAroundUs