Rabu, 15 November 2017

Hari9_Think Creative_Nevita Siswanti

Saluran Air Tersumbat

Sejak semalam cucian piring sudah menumpuk. Penyebabnya karena saluran air di bak pencucian piring mampet. Pagi yang lebih heboh dari biasanya.

Sebenarnya punya obat anti sumbat tapi sudah expired, ternyata. Bukan hanya masalah cuci piring, mencuci sayuran pun jadi harus ke kamar mandi. Masalah ini harus segera teratasi.

Emak zaman know nggak kurang bahan. Segera browsing dan mendapat info bahwa soda kue dan garam juga bisa digunakan untuk mengatasi sumbatan.

Segera cek dapur. Adanya baking soda. Nggak tahu ini sama atau nggak ya dengan soda kue, tapi daripada nggak ada saya pakai juga :-) Ditambah garam dan disiram air panas.

Setelah menunggu sekitar 10 menit lalu diguyur air biasa. Alhamdulillaah lumayan lancar. Pas saya lihat di luar memang ada gumpalan yang berhasil lepas dari pipa. Bisa dicoba lah untuk lain waktu tips ini.

#Tantangan10Hari
#Level 9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative

Selasa, 14 November 2017

Hari8_Think Creative_Nevita Siswanti

Main Rumah-rumahan

Pagi tadi saya menjemur sprei. Karena mendung, saya masukkan jemuran. Ternyata ketahuan Adik kalau saya menjemur sprei.

Ide kreatifnya langsung muncul. Dia mengambil bonekanya lalu membawanya di bawah jemuran sprei saya.

"Ibu, Adik main di sini ya...ini rumah Adik dan Panda" katanya sambil masuk ke bawah sprei.

Baiklah, harus diapresiasi ini idenya !

Selesai sholat ashar, ternyata Mas juga ikut bergabung ke rumah mainan Adik. Lumayan lah, dapat mainan murah meriah yang menyenangkan :-)

#Tantangan10Hari
#Level 9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative

Senin, 13 November 2017

Hari7_Think Creative_Nevita Siswanti

Kardus Bekas

Masih tentang beres-beres. Suami sering keberatan dengan kebiasaan kami bertiga yang mengumpulkan barang bekas, seperti botol, kardus, dan tutup botol.
Beliau sering menyarankan untuk membuang barang simpanan kami.

Tapi kami selalu berhasil mengubahnya menjadi barang berguna. Seperti kali ini, Mas dan Adik membuat tempat kacamata dari kardus bekas. Dengan adanya tempat ini kami akan lebih mudah menemukan kacamata. Dan tentu saja jadi makin rapi, tidak meletakkan kacamata di mana-mana.

Beberapa kardus bekas lain juga mereka jadikan tempat pensil dan aneka tempat mainan mereka yang kecil-kecil.

#Tantangan10Hari
#Level 9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative

Minggu, 12 November 2017

Hari6_Think Creative_Nevita Siswanti

Bermain Vaccum Cleaner

Semalam suami menanyakan bagaimana caranya mengajak anak-anak membereskan mainannya dengan suka ria. Saya jelaskan ide saya untuk mengajaknya beres-beres sambil bermain.

Hari ini setelah olahraga di CFD, paha saya terasa pegal dan sakit. Mungkin karena kurang pemanasan dan langsung semangat lari lanjut main bulutangkis. Jadilah pulangnya saya langsung tiduran. Sementara rumah sudah minta dibersihkan.

Ternyata ide saya kemarin diadopsi oleh suami. Dia mengajak anak-anak membersihkan lantai dengan vaccum cleaner. Seperti mendapat mainan baru, mereka dengan semangat menyedot debu dengan gembira.

Alhamdulillaah, selesai juga tugas bersih-bersih tanpa harus menyuruh. Malah disambut dan dilakukan dengan senang.

#Tantangan10Hari
#Level 9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative

Sabtu, 11 November 2017

Hari5_Think Creative_Nevita Siswanti

Menyimpan Harta Karun

Hari ini saya sudah merencanakan agenda kebersihan total. Sudah beberapa hari ada semut di dapur. Baru dibersihkan sebentar, sudah datang lagi. Saya belum sempat mencari sumber datangnya semut-semut itu.

Saya sudah berniat bersih-bersih besar nih. Tapi anak-anak malah asyik mainan di lantai. Sudah saya beritahu tentang agenda saya, namun hanya dijawab iya tanpa beranjak.

Mas dan Adik sudah "kreatif" menjawab jika saya mulai bersuara. Saya harus cari cara halus agar mereka tetap bisa asyik tapi mau membantu pekerjaan saya juga.

Saya letakkan sapu. Saya keluarkan beberapa mainan mereka. Saya tawarkan pada mereka bermain menyimpan dan mencari harta karun. Mereka setuju!
Saya memberi contoh, mainan yang sama dikelompokkan menjadi satu lalu dimasukkan dalam kardus atau kotak yang ada. Setelah tersusun, nanti Mas yang menebak kotak manakah yang isinya sesuai dengan yang disebutkan Adik. Jika benar, Mas tempelkan tulisan pada kotak tersebut.

Mereka asyik menata mainan, dan saya melanjutkan rencana saya membersihkan dapur. Sesekali ada sih interupsi dari mereka, tapi bukan hal yang serius. Mereka tetap asyik melakukan tugasnya :-)

Alhamdulillaah, pas suami pulang kaget, kok rumahnya lumayan lebih rapi? Hihihi...
Mas dan Adik juga dengan bangga menceritakan "hasil karya" nya pada ayah. Setidaknya hari ini sudah rapi kan Yah ? Masalah besok berantakan lagi, ya itu sih urusan besok :-)

#Tantangan10Hari
#Level 9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative

Jumat, 10 November 2017

Hari4_Think Creative_Nevita Siswanti

Merebus Magic Com

Semalam Mas sudah tertidur saat mengerjakan PR. Bahkan belum selesai. Saking pulasnya sudah susah dibangunkan. Akhirnya bablas sampai pagi.

Ternyata hari ini ada acara makan bergizi. Tiap kelas dibagi beberapa kelompok untuk membawa makanan gizi seimbang, yang terdiri dari karbohidrat, sayuran, protein dan vitamin.  Dan Mas kebagian membawa nasi.

Lha kenapa baru tahu pas pagi-pagi begini? Untung cuma nasi, kalau sayur atau lauk, pasti saya lebih panik lagi.

Meskipun hanya nasi, tapi karena nggak siap, jadi terburu-buru. Apalagi jumlahnya lebih banyak dari yang biasanya harus saya siapkan.

Sambil mencuci beras, tiba-tiba ingat dulu pernah lihat Ibu mertua melakukan hal ini untuk mempercepat waktu. Beras dan air dimasukkan dalam wadah magic com, lalu direbus dulu di atas kompor. Setelah mendidih, baru dimasukkan dalam magic com nya. Alhamdulillaah, lebih cepat "cetrek" nya. Kondisi kepepet kadang memang jadi lebih berani mencoba hal baru.

#Tantangan10Hari
#Level 9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative


Kamis, 09 November 2017

Hari3_Think Creative_Nevita Siswanti

Singkong Selimut Wijen

Maksud hati hanya mau defrost freezer kulkas. Eh, ternyata merembet juga bersihin isi kulkas. Memang sudah waktunya juga minta dirapikan lagi barang-barang di kulkas.

Saat membersihkan pintu kulkas, nemu cemilan wijen campur gula, nggak tahu lah apa namanya. Makanan oleh-oleh dari Jawa Timur. Biasalah, anak-anak kalau ada makanan pengen dibuka semua. Pas udah dicoba ternyata kurang suka, ditinggal begitu saja. Mungkin ini saya yang menyimpan di kulkas, maksudnya biar aman juga dari semut, jadi sampai lupa belum dimakan.

Saya tawarkan lagi ke anak-anak, nggak ada yang mau, suami juga kurang suka yang manis. Saya angkat tangan deh kalau harus menghabiskan sendiri :-)

Sambil belanja sambil mikir, itu kue wijen mau diapain. Emak kan paling sayang kalau sampai ada yang nggak kepakai :-p

Aha! Pilihan saya jatuh pada singkong. Sekilo cuma 5.000 terus ditambah tepung terigu yang dicampur tepung bumbu krispi agar gurih, baru dicampur kue wijen tadi. Jadilah adonan tepungnya gurih sedikit manis. Goreng dengan api sedang. Jadilah singkong goreng istimewa, lain dari pada yang lain deh.

Pas disajikan suami dan anak-anak tanya, saya cuma jawab, "Silakan dinikmati kreasi Ibu, singkong selimut wijen"
Mereka bilang enak dan tanya resep dari mana. Saya cuma senyum, andai mereka tahu, itu resep ngasal dan pakai ilmu kira-kira.

Alhamdulillaah, cemilan sore ini tersedia dengan memanfaatkan kue wijen yang kurang disukai, akhirnya berhasil diselamatkan :-)

#Tantangan10Hari
#Level 9
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative

Selasa, 07 November 2017

Hari2_Think Creative_Nevita Siswanti

Modifikasi Jilbab

Hari ini setelah antar Adik sekolah ada waktu beresin lemari baju. Ternyata nemu beberapa harta karun. Jilbab-jilbab zaman dulu yang lama tak terpakai. Setelah saya buka, ternyata jilbab ukuran kecil. Kalau dipakai nggak sampai dada.

Entah ya, zaman dulu kenapa saya punya jilbab begitu. Lupa juga. Mungkin hadiah dari teman. Atau saya sendiri yang beli karena dulu waktu masih bekerja memang jilbabnya masuk ke baju. Jadi mungkin jilbab kecil masih nggak kelihatan kalau pendek banget.

Sekarang bingung, mau diapain itu jilbab? Kalau dikasih orang, sama aja nyuruh orang pakai jilbab mungil. Kalau untuk anak, lubang mukanya masih kegedean.

Aha! Muncul ide untuk memodifikasi jilbab itu agar menjadi lebar. Disambung dengan kain warna senada, atau seadanya juga tak apa, sekarang kan model tabrak warna juga keren aja :-)

Agar lebih hemat, pakai saja jilbab segiempat yang jarang dipakai juga sebagai kain penyambungnya. Yes! Lumayan pengiritan dan pemanfaatan yang menghasilkan jilbab "baru".

Kalau pun nantinya mau dibagi ke orang sudah layak ini, jilbabnya sudah lebih lebar, sudah menutup dada.

#Tantangan10Hari
#Level 9
#Kelas BunSay IIP
#ThinkCreative

Hari1_Think Creative_Nevita Siswanti

Murojaah Kami

Sudah beberapa hari saya agak kesulitan mengajak Mas dan Adik murojaah. Padahal Mas sudah cukup banyak juga hafalan suratnya. Kalau tidak diulang, khawatir jadi lupa.

Beberapa kali saya ajak ada saja alasannya. Yang nanti lah, yang nunggu malam, yang maunya sama ayah, tapi akhirnya nggak jadi murojaah.

Saya harus berpikir sesuatu yang lain. Saya dapat ide untuk suatu aktivitas terbalik. Jika biasanya Mas yang mengulang hafalannya, dan saya yang menyimak, kali ini dibalik saja.

Saya meminta tolong Mas untuk menyimak hafalan saya.

"Tolong disimak ya Mas, hafalan Ibu bener nggak, termasuk tajwidnya juga" pinta saya.

"Emang Ibu mau Surat apa?" tanyanya.

Saya menyebutkan beberapa Surat pendek. Dan Mas pun menyimak hafalan saya berdasarkan hafalannya. Jika ada yang ragu tentang panjang pendeknya, baru kami sama-sama membuka Quran.

Alhamdulillaah, akhirnya lancar juga murojaah hari ini. Beberapa ayat Mas sempat lupa dan kami kembali membuka Quran untuk meyakinkan diri hafalan siapa yang belum tepat tadi dan harus diperbaiki.

#Tantangan10Hari
#Level 9
#Kuliah BunSay IIP
#ThinkCreative

Minggu, 05 November 2017

Pengalaman Belajar Kreativitas di IIP

Memasuki materi ke-9 Kelas BunSay kali ini sungguh menarik. Awalnya saya hanya tertarik dengan judul materinya, yaitu tentang Kreativitas.

Namun, ternyata di luar dugaan saya sebelumnya. Materi ini disampaikan dengan sangat berbeda dari biasanya. Kami benar-benar diajak berpikir kreatif sejak awal kelas dimulai. Sungguh menyenangkan!

Berbicara tentang kreatifitas, mungkin ada orang yang menganggap itu merupakan bakat. Dan memang benar, kita sebenarnya terlahir dengan kreatif. Namun seiring waktu, kadang membuat kita "kehilangan" kreativitas. Orang dewasa mempunyai banyak batasan dan aturan serta ketakutan yang kadang menghalanginya berpikir dan berbuat kreatif.

Ah, saya baru menyadarinya kini. Selama ini anak-anak lebih kreatif. Mereka bisa berpikir out of the box, mereka berani salah, berani berbeda, tak mudah puas dan tak harus sempurna.

Terima kasih IIP, terima kasih Mas dan Adik, telah membuka mata dan pikiran saya untuk lebih berani berpikir beda. Saya belajar untuk :

1. Mengubah cara berpikir negatif menjadi positif.
Ada kalimat bagus dari Asma Nadia, "Allah tak memberimu jalan buntu". Setiap tantangan pasti ada jalan keluarnya.

2. Perbanyak bertanya, perluas wawasan untuk menemukan ide-ide baru.

3. Berani melangkah. Eksekusi ide dengan cepat
Kadang sebenarnya banyak ide yang muncul, namun karena terlalu banyak dipikirkan, hanya berhenti di angan saja.

4. Jangan terlalu perfeksionis sehingga membuat takut gagal.

5. Berpikir lebih sederhana. Kreatif itu tidak harus rumit.

Bersyukur sekaliii mendapat materi ini. Pas banget dengan hobi saya di bidang menulis, yang mesti mengembangkan imajinasi seluas samudera. Tapi nggak hanya untuk bidang kepenulisan saja, semua bidang juga menuntut kita think creative!

Sumber :

- Diskusi Kelas BunSay Bekasi dengan fasilitator Mbak Diah dan Mbak Azizah, 2017
- Bagaimana Cara Mengembangkan Kreatifitas
http://dictio.id
-Menumbuhkan Kreativitas Dalam Diri
http://idesainesia.com
-Perenungan diri tentang Kreatifitas diri dan keluarga, 2017

#KelasBundaSayang
#InstitutIbuProfesional
#ThinkCreative