Selasa, 31 Januari 2017

Hari 7_Komunikasi Keluargaku_Nevita Siswanti

Sunat itu....

Semalam kami berempat di kamar membahas tentang sunat. Berawal dari ide ayah yang berharap Mas disunat tahun depan.
"Teman Mas sudah ada yang disunat?" tanya ayah.
"Sudah. Dua orang. Mas  kapan sunat?" Mas malah sudah berani menanyakan.
"Bagaimana kalau kelas 3? Jadi setahun lagi" jawaban ayah.
"Disunat sakit kan yah?" Mas mulai ragu.
"Nggak lah, kan dibius. Coba tanya teman Mas yang sudah sunat" jawaban ayah santai.

Saya merasa ada yang kurang sreg dengan jawaban ayah. Tapi bingung juga bagaimana memperbaikinya.
Waktu anak-anak mewarnai di ruang tengah, saya coba sampaikan kepada suami tentang ganjalan saya terhadap jawaban sunat buat Mas tadi.
"Menurut ayah, gimana kalau kita kasih jawabannya lebih ilmiah? Dengan 5W1H? Jadi mas sudah tahu jawaban yang sebenarnya dari kita, sebelum dia dengar dari luar" usul saya.
"Oh iya ya..ayah nggak kepikiran gitu. Tadi mikirnya sederhana, biar mas nggak takut" jawab suami.
"Aku lagi belajar membiasakan diri supaya mereka lebih percaya kita" tambah saya.
"Setuju!" jawab suami.

Suami berencana memilih waktu yang tepat untuk ngobrol lagi dengan Mas tentang sunat. Tidak ada hal yang akan ditutupi atau kebohongan termasuk rasa sakitnya.

#hari7
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Senin, 30 Januari 2017

Hari 6_Komunikasi Keluargaku_Nevita Siswanti

Target Hari Ini

Waktu graduation day kami mendapat kado Buku Aktivitas Anak. Mas dan Adik senang sekali. Karena hanya 1 buku, mereka sepakat menggunakannya berdua.

Salahsatu yang diisi adalah tentang Target Hari Ini. Mas membacakan Adik petunjuk yang ada di buku. Mereka mengisi atas kemauan dan ide mereka sendiri. Saya dan suami hanya mengawasi dan memperhatikan apakah yang akan terjadi nanti.

Dan mulai kemarin pagi hingga malam mereka benar-benar konsisten pada target mereka. Adik (4.5th) jam 10 pagi sudah menanyakan kapan dzuhur tiba, dan berpesan agar saya memberitahunya jika saatnya tiba karena dia akan ikut sholat bersama saya.

Begitu pula saat mandi sore, saya tak perlu banyak kata untuk mengajaknya, saya cukup ingatkan tentang target, mereka sudah menghambur ke kamar mandi.

Hingga malam tiba, selesai makan mereka saling mengingatkan akan target yang belum dicapai. Saya dan suami memuji Mas dan Adik.
"Mas dan Adik menepati target yang kalian buat sendiri. Ayah dan Ibu senang sekaliii. Cara kalian saling mengingatkan juga kereeeen, ayah dan Ibu sukaaaaa..."
Kami mencium mereka....Mereka bersemangat melanjutkan mengisi target untuk hari ini.

Aaah...saya malu pada mereka..Saya belajar dari mereka. Tak perlu ngomel, tak perlu berulangkali mengingatkan, memerintah apalagi marah-marah...

#hari6
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Minggu, 29 Januari 2017

Hari 5_Komunikasi Keluargaku_Nevita Siswanti

Graduation Day di Rumah Pelangi

Hari Minggu 29 Januari pergi ke Rumah Pelangi memang sudah kami rencanakan sejak pekan kemarin. Saya menghadiri wisuda matrikulasi, sedangkan Mas dan Adik antusias dengan Rumah Pelangi. Sebelumnya, mereka telah diundang oleh kakak dari Rumah Pelangi waktu acara workshop bulan December yang lalu.

Pagi kami sudah mempersiapkan diri menuju Rumah Pelangi. Perjalanan kami tempuh dengan sepeda motor. Berbekal petunjuk dari GoogleMaps kami melaju. Lokasinya ternyata cukup jauh. Melintasi jalan yang baru pertama kali kami lewati. Anak-anak senang melihat pemandangan baru.

Namun setengah perjalanan kemudian Adik mulai mengantuk terkena hembusan angin dan rintik gerimis. Mas mulai capai dalam boncengan. Dia mulai tak sabar ingin cepat sampai. Dia mengeluh kenapa tempatnya jauh dan lama.

Saya berusaha menjadikan suasana perjalanan tetap asyik di tengah keluhan mereka. Materi tentang emphaty saya coba praktekan.
Saya tanyakan, "Mas capai?"
Dia mengangguk.
Saya tambahkan,"Ibu belum pernah ke daerah sini. Masih pengen ke Rumah Pelangi?"
"Iya, pengen ke sana, tapi kapan sampainya?" jawabnya.
"Menurut peta kita sudah setengah perjalanan lebih", jelas saya.
Lalu saya bercerita bahwa daerah yang kita lewati mirip dengan kampung tempat saya tinggal waktu kecil, masih banyak pohon.
Semakin mendekati lokasi pemandangan kanan dan kiri semakin hijau. Kita juga bertemu kambing, bebek dan ayam. Anak-anak kembali gembira. Daaan..sampailah kami di Rumah Pelangi, meski terlambat.
Saya menyapa teman-teman, sedangkan Mas dan Adik ditemani ayah melihat petani yang sedang membajak sawah, mengejar bebek, bermain angklung...Mereka asyik hingga enggan diajak pulang. Setelah diberi penjelasan kuatir hujan turun lagi, mereka setuju meninggalkan lokasi.

Perjalanan pulang kita lewati dengan iringan cerita mereka di Rumah Pelangi.

#hari5
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Hari4_Komunikasi Keluargaku_Nevita Siswanti

Ayah Pulang !

Hari Sabtu suami pulang dari luar pulau. Sejak pagi mas dan adik sudah bertanya jam berapa ayahnya sampai rumah. Sambil menunggu kedatangan ayah, mereka membuat kreasi dari kardus bekas.

Jam 12 siang ayah sampai rumah. Anak-anak gembira menyambut. Ternyata ayah membawa oleh-oleh donat, kue kesukaan mas dan adik.

Kami bercerita berbagai kisah selama ayah tak di rumah. Ayah pun menceritakan pengalamannya selama tugas di kebun, jauh di sana.

Senangnya ngobrol santai melepas rindu...

#hari4
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Jumat, 27 Januari 2017

Hari 3_Komunikasi Keluargaku_Nevita Siswanti

Merakit Lego

Mas dan Adik bermain lego tadi malam awalnya sangat asyik. Mereka memodifikasi sendiri menjadi bentuk yang diinginkan, tak seperti petunjuk pada gambar.

Ketika ide ingin menambahkan tali pada mobil yang mereka buat, agar bisa ditarik rupanya Mas mengalami kesulitan. Beberapa kali mobil menjadi hancur. Mas mulai kesal. Ia mengeluh tak bisa memperbaiki mobil lego buatannya.

Saya dekati Mas. Saya ingat materi penyampaian nasihat dengan refleksi pengalaman. Saya bercerita bahwa saya dulu nggak bisa masak. Beberapa kali bikin kue gagal, sedih rasanya. Tapi saya tak menyerah, saya coba lagi, lihat resep yang lain lagi. Kita akan bisa jika berusaha bisa.

Mas mendengarkan cerita saya sambil mencoba merakit kembali lego nya. Daaaan...dengan beberapa kali bongkar pasang, terwujudlah mobil rakitannya plus tali.

#hari3
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Kamis, 26 Januari 2017

Hari 2_Komunikasi Keluargaku_Nevita Siswanti

Luka di Pipi Mas

Pulang sekolah kemarin Mas langsung mengadu pipinya luka akibat cakaran temannya. Dia memperlihatkan pipinya yang katanya berdarah. Saya lihat ada lecet sedikit tapi tak berdarah.

Setelah ganti baju dan cuci tangan, sambil ngemil piscok yg saya sediakan ia bercerita tentang kejadian di sekolah hingga pipinya luka. Saya mendengarkan saja. Berawal dari gunting teman tak sengaja mengenai kepalanya lalu Mas cubit hidung teman tsb. Temannya membalas cubitan Mas dengan mencakar pipi. Itu terjadi saat jam istirahat dan mereka sudah saling memaafkan menjelang jam masuk pelajaran selanjutnya.

Setelah Mas selesai bercerita, saya menanyakan apakah lukanya masih sakit? Mau diobatikah? Mas menjawab sudah tak terasa sakit, tak perlu diobati. Saya berterimakasih Mas sudah mau bercerita pada saya. Saya katakan saya senang Mas jujur dan mempercayai saya. Saya memujinya karena telah menyelesaikan masalahnya sendiri, sudah saling memaafkan.

Perlu kerja keras bagi saya menahan diri untuk tidak menginterogasi saat tahu pipi Mas luka. Apalagi kalau dia mengadu luka akibat temannya. Duuh...mulut ini pasti sudah gatal untuk mencari siapa yang salah, lalu berlanjut nasihat panjang lebar. Dan membuat Mas malas bercerita.

Kali ini saya belajar mendengar. Dan ternyata itu membuat saya lebih mengenal Mas. Saya juga belajar tentang fokus pada solusi (bukan melulu membahas masalah seperti sebelumnya) agar kejadian serupa tak terulang lagi.

#hari2
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Rabu, 25 Januari 2017

Hari 1_Komunikasi Keluargaku_Nevita Siswanti

Ibu Sudah Sembuh?

Pekan ini kami hanya bertiga di rumah, saya dan Mas (7.5th) serta Adik (4.5th). Sedangkan suami sedang bertugas di luar pulau dengan kondisi sinyal yang sudah didapat.

Qadarullah kemarin saya demam, mungkin mau flu karena tenggorokan sudah tak nyaman. Karena kondisi ini, kami bertiga membicarakan perubahan yang akan terjadi terkait pembagian tugas dan rencana dalam keluarga.

Saya menyampaikan permintaan maaf karena saya sakit maka tidak bisa menghidangkan makanan sesuai rencana awal. Kami membahasnya. Akhirnya disepakati menu awal pepes udang diganti menjadi udang goreng tepung yang lebih mudah dan cepat mengerjakannya. Untuk cemilan mereka mau beli roti tawar di Abang roti yang lewat. Tentang perubahan pembagian peran, Mas yang membantu adik belajar Iqro serta membacakan buku cerita (biasanya itu tugas saya atau suami jika di rumah).

Sungguh saya bersyukur, dulu jika saya sakit, apalagi suami tak di rumah, maka yang ada di pikiran saya, masalah akan datang, pekerjaan yang menumpuk dan makin menambah beban. Namun kini saya menanggapnya tantangan yang bisa diselesaikan bersama team. Saya nikmati obrolan bersama anak-anak di kamar sambil kedinginan. Namun hangat terasa di dalam jiwa melihat mereka berebut memijit punggung saya.

Pagi hari saya buatkan nasi goreng untuk bekal sekolah Mas. Dan ia menyapa saya, "Ibu sudah sembuh?Sudah bisa buatkan nasi goreng pedas?"
Aaahh..trimakasih Mas dan Adik atas kesabarannya menemani Ibu belajar. In sya Allah semangat ini menular.

#hari1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip