Sunat itu....
Semalam kami berempat di kamar membahas tentang sunat. Berawal dari ide ayah yang berharap Mas disunat tahun depan.
"Teman Mas sudah ada yang disunat?" tanya ayah.
"Sudah. Dua orang. Mas kapan sunat?" Mas malah sudah berani menanyakan.
"Bagaimana kalau kelas 3? Jadi setahun lagi" jawaban ayah.
"Disunat sakit kan yah?" Mas mulai ragu.
"Nggak lah, kan dibius. Coba tanya teman Mas yang sudah sunat" jawaban ayah santai.
Saya merasa ada yang kurang sreg dengan jawaban ayah. Tapi bingung juga bagaimana memperbaikinya.
Waktu anak-anak mewarnai di ruang tengah, saya coba sampaikan kepada suami tentang ganjalan saya terhadap jawaban sunat buat Mas tadi.
"Menurut ayah, gimana kalau kita kasih jawabannya lebih ilmiah? Dengan 5W1H? Jadi mas sudah tahu jawaban yang sebenarnya dari kita, sebelum dia dengar dari luar" usul saya.
"Oh iya ya..ayah nggak kepikiran gitu. Tadi mikirnya sederhana, biar mas nggak takut" jawab suami.
"Aku lagi belajar membiasakan diri supaya mereka lebih percaya kita" tambah saya.
"Setuju!" jawab suami.
Suami berencana memilih waktu yang tepat untuk ngobrol lagi dengan Mas tentang sunat. Tidak ada hal yang akan ditutupi atau kebohongan termasuk rasa sakitnya.
#hari7
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
Tidak ada komentar:
Posting Komentar