Sabtu, 25 Februari 2017

Hari3_Kemandirian Anak_Nevita Siswanti

Ada Bonus Konflik

Kondisi lidah dengan dua sariawan membuat saya susah makan.  Ditambah beberapa hari lalu begadang  menjaga Arfa yang sedang sakit. Ternyata tubuh saya minta istirahat juga. Bakda Dzuhur saya kedinginan dan tiduran di kamar.

Waktunya makan siang anak-anak sudah tahu kondisi saya. Arfa membantu adiknya mengambilkan makanan. Mereka pun makan berdua di ruang tengah, saya masih berselimut di kamar.

Tak berapa lama terdengar adiknya teriak-teriak tidak suka. Sedangkan kakaknya tertawa menggoda. Saya masih diam di kamar. Paling Arfa menggoda adiknya, pikir saya. Namun lama-lama terdengar suara Arfa, "Kamu duluan yang mukul."
Adiknya menyahut, "Kamu!"
Wah...kok ada adegan pukul memukul. Saya pun keluar. Si adik langsung mengadu, "Ibu, masak nasi adik dikasih sambel sama Mas".
Kakaknya juga menimpali, " Tapi adik duluan yang mukul".
"Wah, Ibu nggak tahu nih, tapi Allah melihat dan malaikat yang mencatat. Coba, menurut kalian berdua, apakah berbuat salah, apakah mengganggu,apakah menyakiti orang lain?"
Mereka berdua diam. Lalu adiknya berkata, "Maaf ya Mas, aku mukul kamu".
Kakaknya menjawab, " Maaf juga ya, aku juga mukul kamu. Eeemmm...sama kasih sambel, hehe.."
Mereka bersalaman sambil tertawa dan membicarakan kejadian barusan. Alhamdulillaah, mereka kembali damai tanpa drama.

Sebelum nya, jika mereka bertengkar, saya langsung turun tangan dan menghakimi, lalu menyuruh mereka rukun kembali. Tidak ada kesempatan mereka memikirkan apa yang telah mereka lakukan. Dan setelahnya malah nggak langsung rukun, adiknya nempel saya cari perlindungan, kakaknya merasa disalahkan. Hari ini saya dapat bonus, di luar target yang ingin dilatihkan minggu ini, mereka belajar menghadapi konflik. Saya harus lebih banyak belajar tega dan menahan diri demi kemandirian mereka.

Bunda Sayang
Melatih Kemandirian
Ibu Professional
IIP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar