Di Balik Demam Ibu
Ternyata sampai hari ini demam saya masih berlanjut. Ditambah sakit kepala yang berdenyut-denyut. Jadilah saya hanya berbaring di kamar. Untung hari Minggu suami ada di rumah.
Dari urusan menyiapkan makanan, mencuci baju (yang sudah terlanjur saya rendam kemarin:-( ), menjemur baju dilakukan suami dan anak-anak.
Dalam melakukan itu semua mereka masih menanyakan detailnya kepada saya. Masak nasi berapa takaran, bagaimana cara goreng pisang, tepungnya yang mana :-)
Saya perhatikan ada yang kurang pas di rumah ini. Beberapa lokasi kurang ramah anak. Kakaknya saja belum sampai melihat wajan, apalagi adiknya. Memang dulu pertimbangan kami hanya menghindari banjir, jadi beberapa tempat ditinggikan. Jadilah tadi anak-anak hanya bisa membantu mengupas pisang, menjemur baju yang kecil-kecil di jemuran handuk.
Ada hikmah di balik saya sakit :
* Ketahuan ada PR tentang kemandirian terkait pemenuhan kebutuhan diri sendiri. Arfa sudah hampir 8 th, sebaiknya sudah dilatih masak sederhana.
* Ketahuan belum ada pendelegasian tanggungjawab pekerjaan Rumah Tangga. Setidaknya tidak semuanya harus bertanya pada saya atas semua detail barang dan pekerjaan Rumah Tangga.
* Suami dan anak-anak merasakan "beratnya" pekerjaan Rumah Tangga. Sempat saya dengar tadi Arfa berkata, "Capek ya Yah, beres-beres".
Ayahnya menjawab, " Iya, makanya mulai sekarang kita harus bantu Ibu ya. Ayah aja cuma bantu sedikit udah capek. Apalagi Ibu ya, seharian banyak banget yang dikerjakan". Ada rasa nyessss...Semoga saya segera sehat kembali dan bisa mendampingi anak-anak menuju kemandiriannya.
Lagi-lagi hari ini belum bisa evaluasi target kemandirian yang telah ditetapkan untuk minggu ini. Tapi tak apa, Alhamdulillaah dapat bonus pelajaran berharga yang bisa diperbaiki.
Bunda Sayang
Melatih Kemandirian
Ibu Professional
IIP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar