Senin, 31 Juli 2017

Hari7_Nevita Siswanti_Menstimulus Matematika Logis

Membandingkan

Hari Minggu Mas dan Adik menemani saya berbelanja. Ada beberapa kebutuhan bulanan yang habis. Kami sudah mencatat barang-barang yang akan dibeli.

Ketika memilih susu UHT, kami berada di dekat rak juice kemasan. Mas dan Adik ingin membelinya. Setelah berdiskusi, kami menyetujuinya dengan catatan mereka tidak boleh membeli snack lebih dari dua jenis, termasuk juice kemasan. Dan mereka setuju.

Saat memilih merk juice yang akan dibeli, Mas membacanya terlebih dulu. Dia sudah terbiasa mencari label halalnya. Sekarang, saya mengajari nya juga membaca komposisinya. Saya ajari ia membandingkan mana kandungan sari buah yang lebih banyak diantara merk yang ada. Lalu ia juga membandingkan harganya.

Setelah menimbang dengan seksama Mas memilih suatu merk yang kandungan sari buahnya lumayan tinggi namun juga harganya tidak terlalu tinggi. Alhamdulillaah, kami mengajarinya bukan termakan iklan saja, namun selektif sesuai kebutuhan dan kemampuan.

IIP
KuliahBunSay
ILoveMath
MathAroundUs


Minggu, 30 Juli 2017

Hari6_Nevita Siswanti_Menstimulus Matematika Logis

Mengukur Panjang

Rencananya, ayah akan memesan rak buku baru. Telah beberapa buku menumpuk di meja bahkan ada yang tergeletak di lantai.

Untuk memesannya, ayah mengukur terlebih dahulu berapa ukuran yang pas disesuaikan dengan lokasi di mana nanti rak akan diletakkan.

Mas dan Adik ikut memperhatikan kegiatan ayah. Kesempatan ini saya manfaatkan untuk mengenalkan ukuran panjang, serta cara pengukurannya.

Kami menggunakan penggaris dan meteran sebagai alat ukurnya. Kami juga mengenalkan satuan panjang, sementara baru sentimeter dan meter.

Mas dan Adik belajar mengukur. Mereka bergantian saling mengukur barang-barang mainannya.

IIP
KuliahBunSay
ILoveMath
MathAroundUs

Sabtu, 29 Juli 2017

Hari5_Nevita Siswanti_Menstimulus Matematika Logis

Mengenal Bentuk Geometri

Hari ini Mas masuk sekolah sebagai pengganti hari Senin yang libur karena sekolah direnovasi. Jadilah Adik main berdua saja dengan saya.

Adik mengajak bermain mencari harta karun. Ia yang menggambar petanya. Katanya telah diajari Mas. Saya menawarkan mencari harta karunnya sesuai bentuknya yang ditentukan. Ia setuju.

Saya mencoba mengenalkan berbagai bentuk geometri melalui permainan ini. Adik dan saya mencari harta karun yang sesuai dengan petunjuk dalam peta. Misalnya ditemukan petunjuk lingkaran, berarti kita akan mencari benda yang berbentuk lingkaran. Adik bisa menemukan piring mainannya. Untuk segiempat ia bisa menemukan buku.

Kami juga bermain puzzle bentuk-bentuk geometri untuk lebih mengenalkan padanya berbagai bentuknya. Adik jadi sudah tahu yang seperti lingkaran, segiempat dan segitiga.

IIP
KuliahBunSay
ILoveMath
MathAroundUs

Kamis, 27 Juli 2017

Hari4_Nevita Siswanti_Menstimulus Matematika Logis

Membeli Masker

Kemarin ayah pulang dari tugas luar kota. Mas dan Adik senang sekali. Mereka melepas rindu setelah sepuluh hari tak bertemu.

Sepulang sekolah, Mas dan Adik langsung bercerita banyak hal pada ayah. Termasuk kebuutuhan dan keinginan mereka terhadap sesuatu :-)

Adik ingin beli mainan, juga kacamata, supaya nggak silau waktu ikut Ibu menjemput Mas siang hari. Mas juga ingin kacamata, dan baju pramuka untuk kegiatan eks kul bulan depan. Ayah manggut-manggut mendengarkan cerita mereka.

Sorenya, ayah mau pergi ke tukang kayu untuk memesan rak buku, karena buku-buku saya sudah menumpuk di lantai, nggak kebagian tempat. Kami semua ikut, sekalian masih dalam rangka kangen-kangenan sama ayah.

Di jalan yang kami lewati ada penjual masker dan kacamata. Kami berhenti untuk membelinya. Setelah cocok dengan pilihan masing-masing, Mas menghitung berapa yang harus dibayar.
"Bu, satu kacamata Rp 15.000. Jadi kalau dua 15+15 berarti....30. Wah, harganya 30.000 ya Bu!" serunya.
"Betul! Dan ini maskernya belum dihitung sekalian" kata saya sambil memberikan tiga masker padanya.
"Ya ampuun...masker harganya Rp 5.000" Mas membaca tulisan di atas tumpukan masker yang dijual.
"Jadi berapa ya Bu? 15.000 ya!" kata Mas sambil mulutnya masih komat kamit, sepertinya ia masih menghitung.
"Yes! Jadi, semuanya berapa?Tadi kacamata 30.000 dan masker 15.000?" tanya saya.
"Berapa ya Bu? Aku belum tahu. Kayaknya banyak banget" jawabnya.
Saya mengeluarkan uang dua puluh ribuan dan sepuluh ribuan. Saya berikan pada Mas.
"Ini yang untuk kacamata"
"Tiga puluh ribu!" Mas menerimanya sambil memperhatikan uangnya.
"Nah yang ini untuk masker" kata saya sambil memberinya uang sepuluh ribuan dan lima ribuan.

Mas mengumpulkan uangnya dan menghitungnya kembali.
"Dua puluh, sepuluh, jadi tiga puluh. Sepuluh, jadi empat puluh. Lima, jadiii semuanya empat puluh lima ribu ya ?" Mas senang bisa menghitung. Lalu ia yang menyerahkan uangnya pada penjual.

Sepanjang jalan pulang mas masih membahas banyaknya uang yang digunakan untuk membayar tadi. Menurutnya banyak juga pengeluaran kami. Padahal baru masker dan kacamata. Di situ kami sisipkan makna bersyukur dan pentingnya berhemat, karena ternyata kebutuhannya banyak.

IIP
KuliahBunSay
ILoveMath
MathAroundUs

Rabu, 26 Juli 2017

Hari3_Nevita Siswanti_Menstimulus Matematika Logis

Menghitung Waktu

Tahun ajaran baru ini saya bertambah jabatan, jadi pengantar jemput Mas dan Adik. Karena saya belum selincah ayahnya dalam mengendarai sepeda, maka saya katakan dulu pada mereka.
"Ibu nggak bisa ngebut seperti ayah. Jadi kita harus lebih pagi berangkatnya" kata saya.
"Hah? Jadi jam berapa kita berangkat?" tanya Mas.
"Ibu harap jam 6.40 kita sudah siap" jelas saya.

Dan pagi ini ketika sampai sekolah Mas, dia melihat jam tangannya.
"Bu, masih 6.50. Kalau kemarin 6.55. Masih belum terlambat. Jadi berapa menit dari rumah ya?"
"Nanti pulang sekolah Ibu jelaskan ya" janji saya.

Benar saja, setelah pulang sekolah ia menagih janji. Kami belajar menghitung lama waktu dalam jam. Dengan menggunakan jam mainan yang dibuat dari stereofoam, kami menggerakkan jarum jam dan jarum menit. Mas dan Adik senang memainkannya.

"Jadi kalau aku tidur jam 3 bangun jam 5 itu dua jam ya Bu" kata Mas sambil menghitung.
"Yes, Pinter deh!" puji saya.

Alhamdulillaah, kami telah belajar tentang waktu hari ini. Mas bisa menghitung waktu. Sedangkan Adik bisa membaca jam.

IIP
KuliahBunSay
ILoveMath
MathAroundUs




Senin, 24 Juli 2017

Hari2_Nevita Siswanti_Menstimulus Matematika Logis

Mas dan adik sedang kangen dengan ayah yang tugas di luar kota selama beberapa hari. Kemarin saat telepon, mas bertanya pada ayah kapan pulang. Rencana awal dulu ayah akan pulang hari Rabu minggu ini. Namun ternyata berubah. Menurut ayah bisa jadi Kamis atau malah Sabtu.

Agar mereka tidak terlalu sedih karena kangen ayahnya, saya mengajaknya bermain.
"Coba, yuk kita hitung berapa lama ayah pergi?"
Adik bertanya, "Ayah pergi hari apa ya?"
"Selasa" jawab saya.
Adik menghitung dengan jarinya, "Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu, terus, Senin lagi?"
"Iya..jadi Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis...sepuluh hari kan Bu" seru Mas juga ikut menghitung.
"Iya, in sya Allah ayah pulang hari Kamis ya, mudah-mudahan" doa saya.
"Yeeeeaaahhh..dua hari lagi ayah pulang!! Tinggal Selasa, Rabu, terus Kamis ayah udah pulang!!" teriak Mas senang.
Adik pun ikut lompat-lompat gembira.

Yang tadinya anak-anak sedih menanti ayahnya, berubah menjadi gembira ketika tahu dua hari lagi akan bertemu dengan ayah. Alhamdulillaah...

IIP
KuliahBunSay
ILoveMath
MathAroundUs

Minggu, 23 Juli 2017

Hari1_Nevita Siswanti_Menstimulus Matematika Logis

Kemarin saya membeli pisang ambon setengah sisir. Si kakak dan adik senang dengan buah satu ini. Waktu melihat ada pisang di meja, kakak langsung memakannya satu. Begitu pula dengan adik. Sore hari, bangun tidur kakak kembali makan pisang satu.

Malam harinya, kakak cerita kalau ia telah makan pisangnya tiga buah. Ia pun bertanya, "Pisangnya boleh dihabiskan Bu? Tapi aku udah makan tiga..."
"Boleh" jawab saya.
"Emang Ibu beli berapa tadi?" Ia kembali bertanya.
"Ibu beli setengah sisir. Nggak tahu ya isinya berapa tadi. Eh, coba dihitung yang masih utuh ada berapa?" pancing saya untuk memulai belajarnya.
"Tinggal empat Bu. Aku makan tiga. Berarti semuanya berapa ya?" tanya kakak.
"Coba kakak hitung lagi dengan teliti yuk, kakak makan tiga, Ibu belum makan, ayah sedang di Kalimantan, adik sudah makan belum?Terus sisanya?" saya mengajaknya menghitung.
"Oia...aku tiga, adik satu, jadi empat ya Bu. Terus ini masih empat. Berarti....semuanya delapan!" jawabnya penuh semangat.
"Pinter! Alhamdulillaah..." puji saya sambil mengacungkan jempol untuknya.

Ternyata, belum selesai. Dia masih bertanya lagi.
"Bu, kan pisangnya tinggal empat ya, kalau untuk kita sekeluarga, cukup nggak?"
"Coba yuk, kita bagi. Biar semua kebagian" ajak saya.
Lalu ia memilah pisang untuk kami berempat.
"Wah, kita bisa dapat satu-satu. Ini untuk ayah, ini Ibu, ini aku dan ini adik" jelasnya sambil menunjukkan pembagian pisangnya.
"Yeay...mas keren nih. Karena ayah masih di Kalimantan sampai minggu depan, pisang ayah boleh kalian makan" saya menawarkan.
"Asiiiik...bener ya Bu. Nanti aku tanya adik mau nggak. Kalau adik mau, ya aku potekan, kalau nggak, buat aku semua pisang ayah" sahutnya dengan girang.

Alhamdulillaah... belajar membagi lebih mudah dengan hal-hal sederhana yang ada di sekitar kita.

IIP
KuliahBunSay
ILoveMath
MathAroundUs

Rabu, 12 Juli 2017

Aliran Rasa_Menstimulasi Anak Suka Membaca_Nevita Siswanti

Menjalani tantangan game kali ini kami sekeluarga enjoy sekaliii..

Sang kakak yang makin suka membuat cerita...dan lebih sering bertanya. Nah kalau sudah pada pertanyaan sulit bagi kami, maka bersama mencari jawaban membuat kami makin rajin membaca.

Sang adik juga sudah suka dengan buku, setiap hari pasti ada saja buku yang disodorkan untuk minta dibacakan. Kadang buku saya pun, dipilihnya.

Sang ayah, selain materi pekerjaan, novel pun dilahapnya dengan cepat.

Saya, membuat jadwal membaca lebih teratur, meski sedikit. Saya pun lebih berhati-hati dalam memilah berita yang saya terima, agar tak terjebak pada tsunami informasi.

Terima kasih Kelas BunSay IIP...