Minggu, 23 Juli 2017

Hari1_Nevita Siswanti_Menstimulus Matematika Logis

Kemarin saya membeli pisang ambon setengah sisir. Si kakak dan adik senang dengan buah satu ini. Waktu melihat ada pisang di meja, kakak langsung memakannya satu. Begitu pula dengan adik. Sore hari, bangun tidur kakak kembali makan pisang satu.

Malam harinya, kakak cerita kalau ia telah makan pisangnya tiga buah. Ia pun bertanya, "Pisangnya boleh dihabiskan Bu? Tapi aku udah makan tiga..."
"Boleh" jawab saya.
"Emang Ibu beli berapa tadi?" Ia kembali bertanya.
"Ibu beli setengah sisir. Nggak tahu ya isinya berapa tadi. Eh, coba dihitung yang masih utuh ada berapa?" pancing saya untuk memulai belajarnya.
"Tinggal empat Bu. Aku makan tiga. Berarti semuanya berapa ya?" tanya kakak.
"Coba kakak hitung lagi dengan teliti yuk, kakak makan tiga, Ibu belum makan, ayah sedang di Kalimantan, adik sudah makan belum?Terus sisanya?" saya mengajaknya menghitung.
"Oia...aku tiga, adik satu, jadi empat ya Bu. Terus ini masih empat. Berarti....semuanya delapan!" jawabnya penuh semangat.
"Pinter! Alhamdulillaah..." puji saya sambil mengacungkan jempol untuknya.

Ternyata, belum selesai. Dia masih bertanya lagi.
"Bu, kan pisangnya tinggal empat ya, kalau untuk kita sekeluarga, cukup nggak?"
"Coba yuk, kita bagi. Biar semua kebagian" ajak saya.
Lalu ia memilah pisang untuk kami berempat.
"Wah, kita bisa dapat satu-satu. Ini untuk ayah, ini Ibu, ini aku dan ini adik" jelasnya sambil menunjukkan pembagian pisangnya.
"Yeay...mas keren nih. Karena ayah masih di Kalimantan sampai minggu depan, pisang ayah boleh kalian makan" saya menawarkan.
"Asiiiik...bener ya Bu. Nanti aku tanya adik mau nggak. Kalau adik mau, ya aku potekan, kalau nggak, buat aku semua pisang ayah" sahutnya dengan girang.

Alhamdulillaah... belajar membagi lebih mudah dengan hal-hal sederhana yang ada di sekitar kita.

IIP
KuliahBunSay
ILoveMath
MathAroundUs

Tidak ada komentar:

Posting Komentar