Membeli Masker
Kemarin ayah pulang dari tugas luar kota. Mas dan Adik senang sekali. Mereka melepas rindu setelah sepuluh hari tak bertemu.
Sepulang sekolah, Mas dan Adik langsung bercerita banyak hal pada ayah. Termasuk kebuutuhan dan keinginan mereka terhadap sesuatu :-)
Adik ingin beli mainan, juga kacamata, supaya nggak silau waktu ikut Ibu menjemput Mas siang hari. Mas juga ingin kacamata, dan baju pramuka untuk kegiatan eks kul bulan depan. Ayah manggut-manggut mendengarkan cerita mereka.
Sorenya, ayah mau pergi ke tukang kayu untuk memesan rak buku, karena buku-buku saya sudah menumpuk di lantai, nggak kebagian tempat. Kami semua ikut, sekalian masih dalam rangka kangen-kangenan sama ayah.
Di jalan yang kami lewati ada penjual masker dan kacamata. Kami berhenti untuk membelinya. Setelah cocok dengan pilihan masing-masing, Mas menghitung berapa yang harus dibayar.
"Bu, satu kacamata Rp 15.000. Jadi kalau dua 15+15 berarti....30. Wah, harganya 30.000 ya Bu!" serunya.
"Betul! Dan ini maskernya belum dihitung sekalian" kata saya sambil memberikan tiga masker padanya.
"Ya ampuun...masker harganya Rp 5.000" Mas membaca tulisan di atas tumpukan masker yang dijual.
"Jadi berapa ya Bu? 15.000 ya!" kata Mas sambil mulutnya masih komat kamit, sepertinya ia masih menghitung.
"Yes! Jadi, semuanya berapa?Tadi kacamata 30.000 dan masker 15.000?" tanya saya.
"Berapa ya Bu? Aku belum tahu. Kayaknya banyak banget" jawabnya.
Saya mengeluarkan uang dua puluh ribuan dan sepuluh ribuan. Saya berikan pada Mas.
"Ini yang untuk kacamata"
"Tiga puluh ribu!" Mas menerimanya sambil memperhatikan uangnya.
"Nah yang ini untuk masker" kata saya sambil memberinya uang sepuluh ribuan dan lima ribuan.
Mas mengumpulkan uangnya dan menghitungnya kembali.
"Dua puluh, sepuluh, jadi tiga puluh. Sepuluh, jadi empat puluh. Lima, jadiii semuanya empat puluh lima ribu ya ?" Mas senang bisa menghitung. Lalu ia yang menyerahkan uangnya pada penjual.
Sepanjang jalan pulang mas masih membahas banyaknya uang yang digunakan untuk membayar tadi. Menurutnya banyak juga pengeluaran kami. Padahal baru masker dan kacamata. Di situ kami sisipkan makna bersyukur dan pentingnya berhemat, karena ternyata kebutuhannya banyak.
IIP
KuliahBunSay
ILoveMath
MathAroundUs
Tidak ada komentar:
Posting Komentar