Jumat, 15 September 2017

Hari1_Cerdas Finansial_Nevita Siswanti

Apakah Ini Kebutuhan?

Pekan ini kami sedang membahas tentang rencana suami yang akan membeli laptop baru. Beliau meminta pertimbangan saya. Sebenarnya kami telah memiliki sebuah laptop. Awalnya suami membelinya untuk mengerjakan tugas-tugasnya. Namun, ternyata saya pun juga sering meminjam dan bahkan lebih sering daripada beliau.

Mempertimbangkan kepentingan kami berdua yang membutuhkan laptop, suami melihat bahwa perlu ada satu laptop lagi. Jika suami tugas ke luar kota, laptop dibawa, sedangkan saya di rumah juga memerlukannya, rasanya harus ada solusi untuk hal ini. Sementara suami sedang menimbang tipe, merk dan harga yang sesuai dengan kondisi kami, saya mengajak anak-anak untuk mendiskusikan hal ini juga.

"Ayah dan Ibu berencana membeli laptop lagi, karena jika ayah ke Kalimantan dan harus bawa laptop, Ibu jadi nggak bisa pakai laptopnya" saya membuka obrolan dengan Mas dan Adik.

"Laptop kan mahal Bu" kata Mas.

"Ayah sedang mencari laptop yang sesuai dengan kebutuhan kita, namun harganya juga sesuai dengan kemampuan kita" jelas saya.

"Nanti laptop yang baru untuk siapa?" tanyanya lagi.

"Ibu belum tahu. Nanti dilihat dulu, yang cocok dengan kebutuhan ayah dipakai ayah. Kita sesuaikan saja" jawab saya.

"Bu, tapi Mas juga udah mulai ada tugas menggambar di Paint. Jadi nanti laptop yang punya Ibu yang ada Paint nya ya, biar Mas bisa pakai" usulnya.

"Oia...coba itu Mas sampaikan pada ayah. Jadi kita beli nanti memang sudah sesuai dengan kebutuhan kita"

"Asiiiik...punya laptop baru!" seru Mas.

"In sya Allah, semoga Allah berikan rejeki jadi kita bisa beli laptop lagi" saya menambahkan.

Malamnya saat makan bersama, kami kembali menegaskan bahwa rencana pembelian barang ini berdasarkan kebutuhan, bukan hanya karena ingin apalagi sekedar gaya-gayaan.

Ibu Professional
Bunda Sayang
Level 8
Tantangan 10 Hari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar