Rejeki Itu Pasti, Kemuliaan Yang Dicari
Ketika saya harus merekap data pemesan buku salahsatu antologi saya bareng teman-teman ODOP, saya meminta ijin dulu pada Mas dan Adik untuk mengerjakannya. Saya butuh waktu untuk mengecek ongkirnya lalu berkoordinasi dengan penerbit untuk pengirimannya.
Anak-anak mengerti, namun mereka juga ingin tahu apa yang saya lakukan. Mereka bertanya, mengapa saya melakukan itu dan apa saja yang perlu dikerjakan.
Akhirnya saya berhenti juga. Saya jelaskan dulu bahwa saya sedang mencatat orang-orang yang membeli buku saya. Dan datanya ini harus segera diserahkan ke penerbit yang akan mengirimkan bukunya. Saya berjanji setelah selesai mencatat saya akan segera kembali pada mereka.
Mas sudah tak sabar. Melihat saya merapikan buku catatan saya, dia langsung bertanya, " Jadi Ibu nanti dapat uang dari jualan buku ini? Banyak ya Bu? Yang pesan kan banyak"
"Alhamdulillaah. Tapi dari harga buku itu tidak semua untuk Ibu. Dibagi-bagi, ada bagian untuk Penerbit, yang mencetak bukunya, ada bagian untuk para Penulis, termasuk Ibu, ada juga untuk yang menggambar sampul depannya" jelas saya.
"Jadi Ibu dapat berapa? Sedikit dong kalau dibagi-bagi" Mas tampak kecewa.
"Mas, itu rejeki dari Allah. Rejeki nggak hanya uang. Tulisan Ibu dibaca banyak orang juga rejeki. Bersyukur, kita nggak kekurangan"
"Ah, kalau Mas maunya kalau jualan dapat uang banyak" serunya bersemangat.
"Boleh. Yang penting jujur ya. Juga teliti dan hemat tapi shodaqoh harus" tambah saya.
"Iya lah. Sekarang Mas mau nulis juga, kayak Ibu. Entar Ibu tolong kirimin ya biar Mas dapat uang juga kayak Ibu" Mas berlari ke kamarnya.
"Siap. Nanti kalau sudah jadi Ibu baca ya" jawaban saya.
Mas memang tertarik mendapat uang sendiri. Ia pernah berjualan kartu (bonus dari merk pasta coklat) ke teman-temannya. Katanya, daripada cuma untuk main, mending dijual dapat uang :-)
Semoga semangatnya berwirausaha tetap membara sampai nanti. Kita sama-sama belajar ya, Nak...
Ibu Professional
Bunda Sayang
Level 8
Tantangan 10 Hari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar