Selasa, 19 September 2017

Hari4_Cerdas Finansial_Nevita Siswanti

Ke Dokter Gigi

Ini kunjungan kami yang ke sekian kalinya mengantar Mas ke dokter gigi. Kalau dihitung lebih banyak giginya yang berlubang daripada yang utuh.

Sudah berulang kali diajarin cara sikat gigi yang benar. Berkali-kali pula diingatkan agar menggosok giginya dengan rajin dan bersih. Tapi entahlah...giginya masih saja berlubang.

Kemarin, usai dari klinik, saya mengajaknya bicara serius. Saya tunjukkan kuitansi biaya pengobatan giginya. Dia kaget, "Mahal ya Bu".

" Dan ini bukan hanya sekali. Coba Mas hitung sudah berapa kali kita ke dokter gigi?" tambah saya.

Dia terdiam. Saya biarkan dia berpikir.

"Coba kalau kita nggak perlu ke dokter gigi, uangnya bisa dipakai untuk yang lain. Misalnya beli buku, udah dapat berapa coba?" saya mengajaknya berpikir.

Esok harinya, Mas menyerahkan cokelat pemberian temannya pada saya.

"Ini untuk Ibu aja. Mas juga udah gosok gigi tadi. Nanti siang Mas mau gosok gigi lagi" katanya.

Saya memeluknya. Saya juga menjelaskan bahwa kita memang harus menyiapkan uang untuk berobat jika sakit. Namun lebih baik kita jaga kesehatan agar tidak sakit, karena sehat itu pasti lebih nyaman.

Alhamdulillaah, saya dan Mas mendapat pelajaran baru dari hikmah sakit giginya. Semoga kami konsisten menjalaninya.

Ibu Professional
Bunda Sayang
Level 8
Tantangan 10 Hari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar